Ekspor Produk Manufaktur RI Naik ke US$227,1 Miliar pada 2025

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor produk industri pengolahan nonmigas memberikan kontribusi besar dalam menopang pertumbuhan kinerja ekspor sepanjang 2025. 

Dalam catatan BPS, nilai ekspor industri pengolahan pada Januari-Desember 2025 mencapai US$227,10 miliar atau naik 14,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$198,40 miliar. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, industri pengolahan menjadi salah satu kontributor terbesar dalam meningkatkan kinerja ekspor nonmigas yang mencapai US$269,84 miliar pada 2025. 

"Industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor nonmigas sepanjang tahun 2025 dengan andil terhadap peningkatan industri pengolahan tersebut yaitu 10,77% cukup besar andilnya," kata Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026). 

Adapun, ekspor di industri pengolahan yang naik cukup besar pada komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari pertanian, logam dasar bukan besi, serta dari semikonduktor dan komponen elektronik lainnya. 

Secara bulanan, ekspor industri pengolahan juga meningkat 19,25% menjadi US$21,17 miliar pada Desember 2025, dibandingkan Desember 2024 yang hanya mencapai US$17,75 miliar.

Baca Juga

  • Manufaktur Asean Ekspansi Awal 2026, RI Ungguli Vietnam dan Malaysia
  • PMI Manufaktur Ekspansi ke Level 52,6 pada Januari 2026
  • Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$2,51 Miliar di Desember 2025, 68 Bulan Beruntun

"Peningkatan ini utamanya disebabkan oleh beberapa nilai ekspor industri, pertama CPO, nikel, semikonduktor, komponen elektronik lainnya, kimia dasar, serta perhiasan dan barang berharga," ujar Ateng.  

Kontribusi industri pengolahan sangat signifikan hingga memicu kinerja total ekspor Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai US$282,91 miliar atau naik 6,15% jika dibandingkan periode setahun lalu atau 2024. 

Lebih lanjut, jika dilihat menurut negara kawasan eksopr, nilai ekspor nonmigas ke China mencapai US$64,82 miliar atau naik 7,11% dibandingkan dengan Januari-Desember 2024 yang lalu. 

"Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu maka Januari-Desember 2025 ekspor nonmigas ke AS, Asean dan Uni Eropa mengalami peningkatan, sementara India turun," papar Ateng.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Konser Padi Reborn Megah, Penonton Seperti Pulang ke Rumah
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Bupati Bandung segera relokasi keluarga korban longsor di Pangalengan
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Merumuskan Identitas: Mencari Definisi Nasional Masakan Indonesia
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Riuh Para Kader! Mata Berkaca-kaca Kaesang Tutup Rakernas 2026 PSI
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Ringkus Pelaku Teror Busur Panah di Makassar
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.