Bupati Bandung segera relokasi keluarga korban longsor di Pangalengan

antaranews.com
18 jam lalu
Cover Berita
Bandung (ANTARA) - Bupati Bandung, Jawa Barat Dadang Supriatna memastikan pemerintah daerah segera melakukan relokasi terhadap keluarga korban bencana tanah longsor di Kampung Mekarsari, Desa Tribakti Mulya, Pangalengan, yang menewaskan dua anak pada Minggu (1/2).

Bupati Dadang saat mengunjungi lokasi longsor di Bandung, Minggu, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah longsor yang menelan dua korban merupakan anak berusia tiga bulan dan lima tahun.

Baca juga: BPBD Bandung catat dua anak tewas dalam longsor di Pangalengan

“Saya merasa sangat berduka atas musibah longsor ini. Korbannya dua anak, masing-masing berusia tiga bulan dan lima tahun. Insya Allah, kami akan bantu penyediaan tanah berikut rumah agar bisa ditempati secara layak dan aman,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, sehingga mengakibatkan tembok dapur rumah korban runtuh dan menimpa kedua anak bersama material tanah dan batu.

Ia menambahkan bayi berusia tiga bulan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara anak berusia lima tahun sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka berat yang dialaminya.

Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat desa, serta unsur terkait langsung melakukan penanganan awal setelah kejadian, termasuk mengimbau warga di sekitar lokasi rawan untuk mengungsi sementara guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

“Ada sekitar enam rumah yang kami minta untuk dikosongkan sementara. Pemerintah daerah akan memberikan bantuan kontrak rumah selama tiga bulan bagi warga terdampak,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah siap relokasi korban longsor Pangalengan

Baca juga: Korban tewas keenam longsor Pangalengan ditemukan

Dadang memastikan pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban yang diketahui tidak memiliki rumah dan masih berstatus mengontrak.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi, serta segera melaporkan potensi pergerakan tanah kepada aparat setempat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Potret Pakistan Mencekam Usai 145 Anggota Kelompok Separatis Tewas
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Emas Bergejolak, Bagaimana Nasib ANTM-BRMS Cs?
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Menata Arah Ekonomi DIY 2025-2030: Nilai, Kepemimpinan, dan Pembiayaan Inovatif
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Setahun Pasca Spin Off, Manulife Syariah Punya Aset Rp1,7 Triliun
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Kebanyakan Garam Bisa Jadi Silent Killer, Ini 9 Sinyal Bahaya dari Tubuh
• 20 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.