Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan pakaian safari cokelat khasnya dan kopiah hitam. Kehadiran Kepala Negara didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Setibanya di lokasi, Presiden menyempatkan diri menyalami deretan gubernur di baris depan sebelum menempati kursi utama bersama jajaran Kabinet Merah Putih. Sejumlah menteri koordinator dan menteri teknis tampak hadir lengkap, mulai dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sinergi Pembangunan Nasional Rakornas tahun ini menjadi agenda strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Forum ini dihadiri oleh sekitar 4.473 peserta yang terdiri atas pimpinan kementerian/lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh penjuru Indonesia.
Tujuan utama pertemuan akbar ini adalah memperkuat sinergi program pembangunan nasional agar dapat diimplementasikan secara tepat sesuai kondisi dan kebutuhan setiap daerah.
Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Mengingat ribuan peserta nasional berkumpul di satu titik, pemerintah juga fokus pada kenyamanan aktivitas masyarakat di sekitar Sentul. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah ruas jalan menuju kawasan SICC.
"Kehadiran ribuan peserta diperkirakan meningkatkan volume kendaraan secara signifikan. Kami telah menyiapkan pengaturan lalu lintas terpadu bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan aparat terkait untuk meminimalkan dampak kepadatan," jelas Bima Arya.
Penyelenggaraan Rakornas 2026 ini diharapkan menjadi titik tolak percepatan program strategis pemerintah, termasuk pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan di tingkat akar rumput. (Antara)


