Operasi SAR Hari ke-10, Target Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Sisakan 2 Orang

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Operasi Tim SAR gabungan untuk mencari korban longsor tersisa di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat kembali berlanjut pada Senin (2/1/2026). Hingga pukul 10.00 WIB pencarian hari ke-10 ini, dua bodypack berhasil dievakuasi personel gabungan.

Sehingga total sejak longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026), Tim SAR gabungan sudah mengevakuasi 78 bodypack dari total 80 jiwa yang dilaporkan hilang. Sementara itu, proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih terus berlangsung. Data per 1 Februari 2026 pukul 16.00 WIB mencatat 61 korban telah teridentifikasi dari 77 bodypack, sedangkan 16 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi.

Baca Juga
  • Longsor di Pangalengan, Dua Balita Meninggal Dunia
  • Longsor Pangalengan Telan Korban Jiwa 2 Balita, Kang DS Bergegas Evakuasi Warga Terdampak
  • Kunjungi Korban Longsor di Bandung Barat, Menag Singgung Peran Jurnalis

Operasi SAR dilanjutkan dengan tetap memfokuskan pencarian di sektor-sektor prioritas, sambil memperhatikan faktor keselamatan personel mengingat kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang berpotensi berubah. "Untuk hari kesepuluh operasi SAR kali ini kami fokus pencarian di sektor A1 dan B1 serta diperluas ke sektor C," kata Kepala Kantor SAR Bandung di lokasi.

Tim SAR menggunakan metode penyisiran mulai dari A1 bagian bawah menuju B1 bagian atas. Kemudian dilanjutkan dari A1 bawah menuju sektor C. Dalam proses pencarian ini tim SAR menerjunkan sekitar 3.675 personel gabungan, 17 unit ekskavator dan 22 ekor anjing pelacak atau K9.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Alhamdulillah pada hari ini cuaca juga cukup cerah semoga bisa mengoptimalkan pencarian korban," ucap dia.

Tim SAR Gabungan tetap mengedepankan keselamatan mengingat kondisi medan yang labil dan cuaca yang masih berpotensi hujan serta prosedur pemakaian APD saat evakuasi karena jenazah korban mengalami dekomposisi.

"Kita wajibkan para petugas memakai hazmat, masker, serta sarung tangan panjang. Tak lupa sebelum mereka terjun wajib disuntik vaksin tetanus," kata dia.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Red Notice Terbit, Pergerakan Riza Chalid Dipantau196 Negara, Masih Bisa Lolos?
• 9 jam laludisway.id
thumb
Hyundai dan Kia Kembangkan Vision Pulse, Teknologi Baru Deteksi Blind Spot Berbasis UWB
• 27 menit lalurepublika.co.id
thumb
Petakan Titik Lawan Arus di Jakarta, Polisi Tegaskan Pelanggar Langsung Akan Ditilang
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
BPK Nilai Operasional Bank BPD Bali, Ini Kesimpulannya
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia Catat Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.