MUI Desak RI Mundur dari Dewan Perdamaian Gaza, Istana Buka Suara

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah agar Indonesia mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah segera membuka dialog dengan MUI terkait permintaan tersebut.

BACA JUGA: RI Wajib Bayar Rp 16,8 Triliun Seusai Jadi Anggota Dewan Perdamaian Gaza

"Kami nanti akan berdialog dengan MUI," kata Prasetyo Hadi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Dia menyampaikan pemerintah menghormati aspirasi MUI dan meyakini dialog menjadi ruang penting untuk memberikan penjelasan mengenai alasan Indonesia bergabung dalam forum tersebut.

BACA JUGA: Menlu Sugiono Ungkap Alasan dan Tugas RI Jadi Anggota Dewan Perdamaian Dunia

“Nanti, kami akan berikan penjelasan kenapa kita (RI, red) memutuskan untuk bergabung di Board of Peace ini,” ujar Prasetyo.

Dia menekankan keikutsertaan Indonesia di BoP merupakan bagian dari strategi diplomasi untuk membangun komunikasi dan menyampaikan pandangan Indonesia di tingkat internasional, khususnya terkait perjuangan kemerdekaan Palestina.

BACA JUGA: Istana Ungkap Alasan Indonesia Bakal Bergabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

“Itu, kan (bergabung BoP, red) bagian dari cara kita membangun dialog. Kalau kita tidak ikut bergabung, bagaimana kita berdialog untuk memberikan masukan, memberikan pendapat, dalam rangka supaya bangsa Palestina bisa diakui kemerdekaan,” katanya.

Terkait isu kontribusi atau iuran keanggotaan dalam BoP, Prasetyo menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia sebagai anggota forum internasional.

“Itu, kan, bagian dari komitmen,” ujarnya.

Presiden Prabowo resmi menandatangani piagam keanggotaan Indonesia dalam BoP, di sela-sela forum World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.

Dilansir dari laman resmi MUI, permintaan agar Indonesia menarik diri dari keanggotaan BoP karena dinilai tidak berpihak kepada Palestina.

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum yang digagas Presiden AS Donald Trump tersebut tidak wajar, mengingat terdapat Perdana Menteri Israel sebagai anggota, sementara Palestina tidak dilibatkan.

Selain itu, MUI juga mengkritisi adanya kewajiban membayar iuran keanggotaan bagi negara-negara anggota BoP.

MUI juga menuding BoP sebagai bentuk neokolonialisme dan menolak konsep “perdamaian semu” yang tidak berbasis keadilan, tidak mengakui Palestina sebagai bangsa terjajah, serta berpotensi melanggengkan pendudukan Israel dalam kemasan perdamaian. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aniaya Anggota Banser, Habib Bahar Jadi Tersangka


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kondisi Terkini GOR Rawa Badak Jakut: Jogging Track Tak Rata, Alat Fitness Hilang
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Tebing 20 Meter Longsor, Jalan Raya Jasinga-Bogor Ditutup sebagian
• 23 jam laludetik.com
thumb
Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$2,51 Miliar di Desember 2025, 68 Bulan Beruntun
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Mencari Keadilan Seusai Dianiaya dan Dibuang di Pinggir Sungai, Tangis Nenek Saudah Pecah di DPR
• 1 menit lalukompas.id
thumb
5 Zodiak Paling Penyayang, Tulus Mencintai dan Selalu Peduli
• 5 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.