Kondisi Terkini GOR Rawa Badak Jakut: Jogging Track Tak Rata, Alat Fitness Hilang

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi jogging track atau lintasan lari di Gelanggang Olahraga (GOR) Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, dikeluhkan warga.

Lintasan yang belum sepenuhnya dipasang paving block itu dipenuhi kerikil dan lubang. Hal ini membuat jogging track yang seharusnya menjadi ruang publik aman bagi warga berolahraga justru berpotensi membahayakan.

Lintasan tidak rata

Adapun jogging track di area luar GOR bisa digunakan warga secara cuma-cuma. 

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, Minggu (1/2/2026), dari total panjang lintasan sekitar 300 meter, hanya sekitar 100 meter yang sudah dipasang paving block.

Sisanya, lintasan lari berupa aspal kasar yang tidak rata, penuh batu-batu kecil, dan berlubang. Kondisi ini membuat warga yang berolahraga harus ekstra hati-hati.

Jogging track-nya belum dipasang paving block semua, agak mengganggu sih sebenarnya karena kan batu-batunya. Cuma di sebelah kanan sini aja, di sananya sudah paving blok,” ujar Rere (22), warga yang rutin berolahraga di GOR Rawa Badak, Minggu (1/2/2026).

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Paulina (27). Menurut dia, lintasan yang tak rata meningkatkan risiko pengguna terpeleset, terutama saat berlari.

Jogging track di sini banyak yang belum ber-paving block atau aspal, kalau kita lagi lari paling sering mau kepeleset karena kan banyak batu kecil-kecil gitu, minusnya di situ,” kata dia.

Alat olahraga rusak

Tak hanya jogging track, fasilitas olahraga lain di GOR Rawa Badak juga menjadi sorotan warga. Pasalnya, alat fitness outdoor yang letaknya di depan kolam renang tidak bisa digunakan.

Pantauan Kompas.com, sebagian besar alat fitness telah hilang dan hanya menyisakan beberapa tiang berwarna hijau.

Area yang seharusnya menjadi tempat berolahraga itu kini beralih fungsi menjadi lahan parkir sepeda motor dan arena bermain anak-anak.

“Iya, ini emang udah lama enggak ada rusak,” kata Rere.

Rere berharap fasilitas olahraga di area tersebut bisa diperbaiki sehingga dapat dimanfaatkan warga.

“Kalau memang bisa dan memadai ya lebih baik diperbaiki, secara kan tata kelola dari kelurahan RPTRA juga di sini bisa lebih diperbaiki, karena pemerintah kan kegiatannya di sini,” tambah dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Paulina juga menyayangkan ketiadaan alat fitness outdoor di GOR Rawa Badak, padahal fasilitas tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bersiaplah Menyambut Badai, Tekanan Global dan Lokal Bakal Guncang RI
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Batas Free Float Saham di Dunia: Indonesia Naik ke 15%, Masih Tertinggal dari Standar MSCI?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamenpar Ni Luh: Wisman Aman Berwisata di Indonesia Meski Ada Virus Nipah
• 18 jam laludisway.id
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Sama dengan Kota-kota Besar Lainnya
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Rosan Sebut Institusi Keuangan Dunia Bisa Ikut Masuk ke BEI Usai Demutualisasi
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.