Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Agustinus Sirait, menyarankan agar Inara Rusli untuk melakukan mediasi dengan mantan suaminya, Virgoun. Mediasi itu berkaitan dengan dugaan pengambilan paksa anak-anaknya oleh Virgoun.
Agustinus merasa mediasi perlu dilakukan untuk dicari titik tengah dari permasalahan yang dialami kedua pihak.
"Jadi kami menyarankan Ibu IR (Inara Rusli) supaya dilakukan mediasi terhadap bapak kandungnya anak-anak. Kami mintakan nanti untuk memanggil ke Komnas Perlindungan Anak supaya bisa mengklarifikasi ini dan kita cari titik temu, ya," ujar Agustinus Sirait kepada wartawan di kantor Komnas PA, belum lama ini.
Dari mediasj diharapkan ada kesepakatan tercapai mengenai bagaimana sistem pengasuhan anak yang terbaik. Karena jika hal ini berlanjut, Agustinus khawatir hal itu akan berimplikasi pada mental anak-anak.
"Karena bagaimanapun, kedua orang tua ini juga sudah gagal menjadi peran orang tua dengan berpisah. Janganlah ditambahkan lagi beban kepada anak-anak dengan segala macam problem, konflik dan sebagainya," ucsp Agustinus.
"Tentu ini tidak baik bagi psikis anak-anak. Komnas Perlindungan Anak menjaga, berdiri di atas kepentingan terbaik anak," sambungnya.
Secara paralel, kata Agustinus, pihaknya juga akan mengirimkan tim psikolog untuk memantau langsung kondisi psikis anak-anak Inara. Ia tak ingin anak-anak justru jadi korban dari permasalahan antara Inara dan Virgoun.
"Kami juga akan memberikan bantuan misalnya untuk mengirimkan tim psikolog untuk melihat apakah anaknya sampai di titik ini bagaimana kondisi psikisnya. Karena kan, permasalahan pribadi kedua orang tua ini kan menjadi konsumsi publik, sehingga pastinya ini bakal banyak terganggu untuk psikisnya anak-anak," kata Agustinus.
"Jadi kami membela bagaimana supaya anak-anak ini secara psikisnya baik, ya. Itu yang, yang perlu kita tegaskan," pungkasnya.





