Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis internasional mengabarkan bahwa para suporter Italia memukuli oknum fans yang Inter Milan menjadi tersangka pelemparan petasan di laga kontra Cremonese. Emil Audero menjadi korban dalam insiden ini.
I Nerazzurri berhasil melanjutkan tren kemenangannya di Liga Italia pada Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Bertandang ke Stadio Giovanni Zini, Inter berhasil menang dengan skor 2-0 atas Cremonese.
Dua gol dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski pada babak pertama menjadi pembedanya. Itu tidak berubah setelah babak kedua dimainkan, namun ada insiden yang mencekam di awal paruh kedua.
Sebuah petasan dilempar dari tribun penonton tandang, tempat para fans Inter berkumpul. Itu mengincar kiper Cremonese, Emil Audero.
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Insiden ini sempat membuat laga dihentikan sejenak, namun Audero dipastikan baik-baik saja. Meski begitu, media Italia La Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa Audero mengalami luka bakar kecil di kakinya.
Sang kiper Timnas Indonesia tetap bisa melanjutkan permainan setelah ini. Sedangkan oknum fans pelempar petasan dilarikan ke rumah sakit.
Gazzetta dan Corriere della Sera mengabarkan bahwa pelaku pelemparan petasan mengalami luka pada tiga jarinya. Fans tersebut pun dikabarkan akan dilarang menyaksikan semua pertandingan Inter, sebagaimana dilaporkan oleh Football-Italia.
“Ia akan ditangkap dan dilarang menghadiri stadion, tetapi masih harus dilihat bagaimana pihak berwenang akan bereaksi, yang berpotensi melarang semua penggemar Nerazzurri menghadiri pertandingan tandang,” tulis laporan dari Football-Italia.
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Lebih lanjut, jurnalis internasional yang berfokus kepada Liga Italia, Siavoush Fallahi, mengabarkan bahwa pelaku menjadi sasaran para fans lainnya. Dia dipukuli karena insiden tidak terpuji tersebut.
“Jika Anda berpikir mengalami hari yang buruk, orang yang melempar petasan ke lapangan di laga Cremonese lawan Inter, memiliki petasan lainnya yang meledak di tangan, dia kehilangan sepasang jari dan seakan itu tidak cukup, dia dipukuli oleh para fans lainnya yang marah dan mengira bahwa dia akan kehilangannya di tengah pertandingan,” demikian laporan dari Fallahi.



