Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas usai penunjukkan sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di akhir pekan. IHSG anjlok 5,31 persen atau 442,44 poin ke level 7.887,16 pada akhir sesi pertama perdagangan Senin, 2 Februari 2026.
Berdasarkan pantauan VIVA dari Stockbit, penurunan paling signifikan terjadi di awal perdagangan yang kemudian dilanjutkan dengan pergerakan cenderung sideways. IHSG bergerak di kisaran level 8.313 dan sempat menyentuh area 7.862.
Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar 18,86 triliun. Total perdagangan sebanyak 2,02 juta transaksi dan volume perdagangan mencapai Rp 33,26 miliar.
Seluruh sektor saham mengalami penurunan tajam. Sektor bahan baku melemah dua digit sebesar 11,19 persen lalu sektor konsumer siklikal tergerus sebesar 7,92 persen, sektor energi amblas 7,87 persen, dan sektor properti merosot 6,39 persen.
- VIVA/Ayesha Puri
Sektor infrastruktur kehilangan 6,52 persen, sektor industri melemah 5,81 persen, sektor teknologi jatuh 5,37 persen, sektor keuangan turun 2,90 persen, sektor konsumer non-siklikal menyusut 2,32 persen dan sektor kesehatan melemah 2,05 persen.
Dari sisi teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD terus berlanjut. Sementara stochastic RSI berada pada oversold area.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 7850-7800 pada perdagangan sesi kedua hari ini," ungkap Tim Analis Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Senin, 2 Februari 2026.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan sejumlah saham berhasil mencetak kenaikan saat IHSG mengalami badai koreksi. Berikut tiga emiten saham catat lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45).
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
Saham SMGR melesat 6,12 persen atau 150 poin menjadi 2.600.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
Saham PGAS melonjak 5,66 persen atau 120 poin ke level 2.240.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Saham AADI menguat sebesar 4,61 persen atau 350 poin ke area 7.950





