Popcorn sering dianggap camilan ringan dan menyenangkan, terutama saat bersantai bersama keluarga. Namun, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru memberikan popcorn kepada si kecil. Meski terlihat aman, popcorn justru termasuk camilan yang berisiko bila dikonsumsi terlalu dini pada anak.
Dikutip dari Baby Center, pada bayi dan balita, popcorn termasuk makanan berbahaya karena teksturnya yang keras. Serpihan kulit biji jagung yang tajam, serta kemungkinan adanya biji yang tidak meletup sempurna, membuat popcorn mudah tersangkut di tenggorokan dan berisiko menyebabkan tersedak.
Mengapa Usia Anak Menjadi Faktor Penting?Seiring bertambahnya usia, kemampuan mengunyah dan mengontrol makanan di dalam mulut anak akan semakin baik. Pada usia sekitar 4 tahun, risiko popcorn sebagai makanan berbahaya pun berkurang. Para ahli menyarankan anak baru aman mengonsumsi popcorn setelah berusia minimal 4 tahun.
Meski demikian, orang tua tetap perlu berhati-hati dengan hanya memberikan popcorn yang mengembang sempurna, lembut, dan memastikan tidak ada biji mentah atau setengah matang yang ikut termakan. Pengawasan saat anak makan juga tetap penting, terutama ketika mencoba makanan baru dengan tekstur renyah.
Popcorn Bisa Jadi Camilan Sehat untuk AnakMeski begitu, popcorn bisa menjadi camilan sehat bila diberikan pada usia yang tepat, diolah dengan benar, dan tanpa bahan tambahan terlalu banyak. Popcorn memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti halnya jagung segar. Camilan ini mengandung vitamin B serta mineral penting, dan sebagian besar terdiri dari serat tidak larut yang dicerna lebih lambat sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak sehat.
Popcorn buatan sendiri yang dipanaskan tanpa minyak (air-popped) merupakan pilihan paling sehat karena orang tua dapat mengontrol penggunaan minyak, mentega, dan garam. Popcorn microwave atau popcorn siap saji juga boleh diberikan, asalkan orang tua memeriksa label gizi dan memastikan kandungan lemak, garam, serta gula tidak berlebihan.
Jika masih ragu, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama bila anak memiliki eksim kronis, alergi makanan lain, atau riwayat alergi dalam keluarga ya, Moms.




