Kondisi Adik Keisya Levronka Usai Jatuh dari Lantai 6 Kampus, Alami Cedera Berat hingga Trauma Ginjal

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Terungkap kondisi adik Keisya Levronka usai jatuh dari lantai enam kampus. Ia mengalami cedera berat hingga trauma ginjal.

Penyanyi Keisya Levronka mengungkap kondisi adiknya yang mengalami insiden tragis pada dua tahun yang lalu. Sang adik, Lexi Valleno Havlenda jatuh dari lantai enam di gedung kampus Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta Barat.

Setelah dua tahun berlalu, Keisya dan sang ibu memutuskan untuk angkat bicara melalui media sosial. Lantas bagaimana kondisinya?

Kondisi Adik Keisya Levronka

Lexi diketahui mengalami cedera berat yang mengakibatkan dampak panjang. Melalui unggahan Instagram story, Levi, sang ibu merinci kondisi medis putranya yang sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Beberapa cedera serius yang dialami Lexi yakni tulang ekor remuk hingga harus dipasang pen, trauma ginjal yang sempat bergeser dan tidak berfungsi, paru-paru terendam cairan darah, serta sobekan pada organ hati. Selama itu juga, Lexi harus menggunakan kursi roda.

"Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun pula aktivitas Lexi harus menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat. Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya," ungkap Levi.

Kronologi

Berdasarkan keterangan yang diungkap sang ibu, peristiwa nahas itu terjadi pada April 2023. Saat itu Lexi tengah mengikuti kegiatan latihan caving atau susur gua.

Latihan tersebut diselenggarakan oleh organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam (Mapala) di area kampus. Namun saat itu pengait pengaman yang digunakan Lexi terlepas.

"Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas," ungkap Levi.

 

Kondisi adik Keisya Levronka usai jatuh dari lantai enam kampus saat ini masih harus menjalani perawatan intensif. Ia mengalami cedera berat hingga trauma ginjal.

Keluarga pun berharap mendapat tanggung jawab dari pihak kampus. Pihaknya merasa kecewa lantaran proses penanganan awal yang dinilai tidak sesuai dengan prosedur medis darurat.

"Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taksi online) dan ditidurkan lagi di taksi online," tulis Levi.

“Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian," kata Levi.

"Mengingat sudah dua tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” tambahnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Air Danau Kerinci Jambi Menyusut Drastis
• 57 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Langkah Mundur atas Nama Efisiensi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
5 Mitos Efek Bulan Purnama pada Ibu Hamil, Larangan hingga Anjuran
• 9 jam lalutheasianparent.com
thumb
Update Pencarian Korban Longsor Cisarua: Empat Jenazah Ditemukan, Enam Masih Dicari
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kisah Keberhasilan Setelah Melewati Penderitaan
• 2 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.