VIVA – Lebih dari 50 orang meninggal dunia di Polandia sejak awal musim dingin yang melanda negara itu akibat suhu udara yang sangat rendah, kata Wakil Menteri Dalam Negeri dan Administrasi Polandia Wieslaw Szczepanski kepada wartawan.
"Gelombang embun beku parah kini mencapai puncaknya. Kami menerima kabar duka tentang korban baru. Saat ini kami memiliki informasi mengenai 54 kematian. Kami juga mencatat 36 orang mengalami hipotermia," ujar Szczepanski
Ia menjelaskan bahwa warga yang tinggal di bangunan terbengkalai sering menjadi korban cuaca dingin ekstrem tersebut.
"Sekali lagi, kami mengimbau semua orang yang tinggal di bangunan terbengkalai untuk pindah ke tempat dengan suhu yang lebih hangat," kata wakil menteri itu.
Ia menambahkan, malam yang akan datang diperkirakan menjadi malam terdingin di Polandia sejak awal musim dingin.
Suhu di bawah nol derajat Celcius selama berminggu-minggu telah membekukan Sungai Vistula di Polandia, menciptakan es yang mengapung dan transisi yang berkilauan ke Laut Baltik.
Beberapa sekolah di provinsi timur laut Polandia akan ditutup minggu depan karena suhu anjlok hingga –30°C.
Gelombang yang datang dari laut dalam badai musim dingin baru-baru ini menyebabkan es retak dan bongkahan es terlepas di muara dan mengapung ke laut. Kadar garam di Laut Baltik rendah, artinya dapat membeku dengan suhu yang sangat rendah dalam waktu lama.
Pada Sabtu, suhu mencapai -11 derajat Celcius, menurut Windfinder.com, dengan gelombang dingin lainnya yang berarti suhu diperkirakan akan turun lagi menjadi -14 derajat Celcius, pada hari Minggu dan -15 derajat Celcius pada malam hari hingga Senin, dan tetap di bawah -10 derajat Celcius hingga Selasa.
Bahkan operasi pemecahan es di sungai Oder dan Vistula di Polandia telah dihentikan karena kondisi yang buruk, karena sungai-sungai tersebut membeku kembali terlalu cepat setelah kapal pemecah es lewat.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490729/original/031399800_1770022375-1000769202.jpg)



