Tak Terima Diminta Jubir KPK untuk Fokus Jalani Sidang, Noel: Juru Nyinyir!

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Mantan Wamenaker Noel merespons permintaan Jubir KPK agar fokus sidang kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 di Kemnaker.
  • Noel didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 3,3 Miliar dan satu unit motor Ducati terkait jabatannya.
  • Noel dan kolega didakwa melakukan pemerasan terhadap pemohon sertifikasi K3 dengan total mencapai Rp 6,5 Miliar.

Suara.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel tak terima diminta Juru Bicara KPK Budi Prasetyo untuk fokus menjalani persidangan.

Hal itu dia sampaikan jelang sidang kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menjadikan Noel dan kawan-kawan sebagai terdakwa.

“Yang bisa perintah saya pengadilan, bukan juru nyinyir. Eh juru nyinyir atau juru bicara tuh KPK-KPK itu? Juru nyinyir bukan jubir tuh, si Budi-Budi itu ya,” kata Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).

“Karena gini, KPK ini kan isinya orang-orang bocil: bohong, licik, dan liar, gitu. Jadi jangan kurang ajar mereka. OTT-OTT sedikit-sedikit OTT,” tambah dia.

Sebelumnya, Budi meminta Noel untuk fokus pada jalannya persidangan dan tidak banyak membangun narasi di luar persidangan.

Dalam perkara ini, Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp 3,3 miliar (Rp3.365.000.000) dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker.

“Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan telah melakukan perbarengan beberapa tindak pidana yang harus dipandang sebagai tindak pidana yang berdiri sendiri,menerima gratifikasi yaitu terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan baik secara langsung maupun tidak langsung, telah menerima uang yang seluruhnyaberjumlah Rp3.365.000.000,00 dan barang berupa 1 unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker, yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya yaitu berhubungan dengan jabatan terdakwa,” kata jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Uang dan sepeda motor diberikan itu diduga oleh ASN Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.

Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar Pasal 12 B juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Juga: Ngaku Cuma Mengingatkan Tapi Dapat Respon Negatif dari Purbaya, Noel: Sekelas Menteri Saja Idiot!

Di sisi lain, jaksa KPK juga mendakwa Noel telah menerima suap dan pemerasan sebesar Rp 70 juta dari total keseluruhan nilai pemerasan sebanyak Rp 6,5 miliar bersama sejumlah saksi terdakwa lain, di antaranya Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi.

“Telah turut serta melakukan perbarengan beberapa Tindak Pidana yang harus dipandang sebagai Tindak Pidana yang berdiri sendiri, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, yaitu menguntungkan diri Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan sebesar Rp 70 juta,” ujar jaksa.

Noel dan kawan-kawan disebut memaksa para pemohon sertifikasi K3 untuk membayar uang dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp 6,5 miliar (Rp 6.522.360.000).

Selain Noel, jaksa juga menyebut terdakwa lainnya, yaitu Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Irvian Bobby Mahendro mendapatkan Rp 978,3 juta (Rp978.354.000), Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Gerry Aditya Herwanto Putra Rp 652,2 juta (Rp652.236.000), dan Sub Koordinator Keselamatan Kerja Ditjen Bina K3 Subhan Rp 326,1 juta (Rp326.118.000).

Kemudian, Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Anita Kusumawati menerima Rp326,1 juta (Rp326.118.000), Ditjen Binwasnaker dan K3 Fahrurozi Rp 270,9 juta (Rp270.955.000), dan Direktur Bina Kelembagaan Hery Sutanto Rp 652,2 juta (Rp652.236.000).

Terakhir, Subkoordinator Sekarsari Kartika Putri menerima Rp 652,2 juta (Rp652.236.000) dan Koordinator Supriadi Rp 294 juta (Rp294.063.000),


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rekap Hasil Proliga 2026 Seri Gresik: LavAni Lolos ke Final Four, Gresik Phonska Sapu Bersih Kemenangan di Kandang
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Israel Menuduh Hamas Melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, Serangan Udara di Gaza Tewaskan 26 Orang
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Kadispar Siap Buka Musda Astindo Sulsel
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Pilih Oven Gas atau Listrik? Simak Kelebihan dan Kisaran Harganya
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
"Red Notice" Diterbitkan, Polisi Buru Riza Chalid di Negara Anggota Interpol
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.