Semakin berkembangnya seorang siswa, semakin besar juga pengalaman yang ia dapatkan. Keberhasilan dan kegagalan di sekolah, akan mengembangkan kepercayaan mengenai kemampuan yang mereka miliki.
Sekarang, coba bayangkan Anda ialah seorang siswa yang memiliki kemampuan dalam bidang olahraga lari. Selain sering meraih kejuaraan dalam bidang tersebut, Anda pernah mengikuti kompetisi ASEAN GAMES dan meraih medali perak.
Walaupun seorang atlet, Anda tetap diharuskan untuk menyelesaikan ujian akhir sekolah sebagai bahan kelulusan tetapi, nilai yang Anda raih masih dibawah rata-rata, mengapa anda bisa sangat sukses dalam Olahraga Lari tetapi sangat buruk pada pelajaran di sekolah? selamat anda telah menjelajah mengenai apa itu Pola Pikir
Memahami Pengaruh Pola Pikir Terhadap Kinerja Siswa
Inilah yang sering dirasakan oleh para siswa karena ketika Anda pernah mengalami kesuksesan dalam suatu bidang, Anda akan mempelajari lebih banyak dan lebih dalam mengenai hal tersebut. Dan ketika kita meyakini kemampuan yang hebat dan memiliki ketarikan yang besar, itu pertanda bahwa Anda memiliki pola pikir berkembang (growth mindset)
Begitupun sebaliknya, ketika Anda menganggap kurang berbakat dalam suatu bidang dan meyakini bahwa kemampuan yang dimiliki terbatas, pola pikir tersebut dinamakan pola pikir tetap atau (fixed mindset)
Siswa yang memiliki pola pikir berkembang akan bekerja keras dalam studi mereka, sesulit apapun tantangan dan rintangan yang dihadapi semua akan mereka lewati. Berbeda dengan siswa yang memiliki pola pikir tetap mereka akan mudah menyerah, tidak semangat atau melalaikan tugas yang diberikan oleh guru
Pola pikir sangat memengaruhi kinerja siswa, mari kita analisis kembali siswa yang menjadi atlet lari. Siswa tersebut memiliki pola pikir berkembang dan ketertarikan yang tinggi dalam bidang olahraga, kesulitan yang menimpa seperti cedera, kram, lelah, letih semua akan dihadapi olehnya dan hasilnya siswa tersebut berhasil meraih medali perak pada ASEAN GAMES.
Dan ketika siswa tersebut berada di sekolah pola pikirnya tetap, tidak ada ketertarikan dalam mempelajari mata pelajaran di kelas. Rintangan sekecil apaun akan terasa sulit dan membosankan baginya alhasil nilai yang kurang dari rata-rata pun didapatkannya dan guru kesulitan untuk menetukan kelulusannya.
Oleh karena itu seorang guru harus menyadari seorang siswa yang memiliki pola pikir tetap yang digeneralisasi, karena akan berdampak buruk pada motivasi serta prestasinya di semua bidang akademik.
Strategi guru untuk mengembangkan pola pikir siswa.
Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan oleh guru untuk memfasilitasi pengembangan pola pikir siswa
Tetapkan sasaran jangka pendek, sasaran yang mudah digapai, karena ketika siswa mudah untuk menggapai kesuksesan tersebut, akan menimbulkan efikasi (penilaian) pada dirinya dan mendorong pola pikir berkembang
Beri tahu siswa Anda sedikit informasi mengenai kinerja otak beritahu mereka bahwa ketika mempelajari hal baru otak akan membuat koneksi baru dan ini terjadi untuk semua orang dengan demikian setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar
Ajari siswa bahwa kecerdasan mudah ditempa - dan hilangkan keyakinan dasarnya seperti meyakini matematika itu sulit atau sejarah itu membosankan dan berikanlah informasi mengenai manfaat mempelajari hal tersebut
Hindari pengajaran instuksional yang berorientasi pada kinerja seperti mendorong siswa untuk terbuka mengenai apapun yang telah mereka pelajari
Hindari pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan karena dengan praktik tersebut seolah-olah ita mengirim pesan pengelompokan siswa yang cerdas dan yang kurang cerdas/bodoh, alhasil siswa akan semakin memiliki pola pikir tetap.





