DKI Jakarta Alami Deflasi 0,23 Persen pada Januari 2026

eranasional.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,23 persen pada Januari 2026 secara bulanan dibandingkan Desember 2025, yang didominasi penurunan Indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto dalam kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (02/02/2026).

“Deflasi sebesar 0,23 persen yang bulanan di DKI Jakarta didominasi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,57 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,69 persen,” ujar Kadarmanto

Secara historis, deflasi makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat sebesar 1,57 persen merupakan yang terdalam dalam empat tahun terakhir. Kelompok ini tercatat sebagai penyumbang utama deflasi pada Januari 2026 dengan andil deflasi sebesar 0,31 persen.

Kelompok lainnya yang juga memberikan andil deflasi yang tinggi, yaitu transportasi sebesar 0,09 persen.

Komoditas pada dua kelompok tersebut yang memiliki andil tinggi terhadap deflasi Jakarta, yakni cabai merah sebesar 0,09 persen yang memberikan andil deflasi terdalam terhadap deflasi umum DKI Jakarta secara bulanan pada Januari 2026.

Secara rata-rata, level harga cabai merah pada Januari 2026, yaitu Rp50.501 per kilogram (kg).

Dia mengungkapkan turunnya harga cabai merah mendorong deflasi komoditas ini sebesar 29,50 persen dengan andil deflasi 0,08 persen

Selanjutnya, beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi, antara lain daging ayam ras (0,07 persen), bawang merah (0,06 persen), cabai rawit (0,04 persen), serta bensin (0,05 persen).

“Daging ayam ras juga memberikan andil deflasi yang cukup signifikan terhadap deflasi umum DKI Jakarta pada Januari 2026. Penurunan harga daging ayam ras secara rata-rata menyebabkan komoditas ini mengalami deflasi 5,89 persen dengan andil deflasi 0,07 persen,” tandas Kadarmanto.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
61 Narapidana Risiko Tinggi Dikirim ke Nusakambangan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Mendesak Kesepakatan Nuklir Iran: Konsekuensi Jika Negosiasi Gagal
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Musda Golkar Sumut di Medan Diwarnai Kericuhan, Massa Mengamuk Bawa Kayu
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Respon Bencana Sumatra, Amartha.org Salurkan Bantuan dan Dampingi Perempuan Pulihkan Usaha
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Buron Sejak 2025, Riza Chalid Masuk Red Notice Interpol Terkait Kasus Korupsi Pertamina
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.