jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto hampir semua kepala negara di dunia khususnya di Eropa mengkhawatirkan terjadi perang dunia ketiga.
Menurut Prabowo, hal itu didengarnya saat hadir di World Economic Forum di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Prabowo Bertemu Abraham Samad Hingga Eks Kabareskrim Demi Kepentingan Rakyat
Hal itu dikatakan Prabowo saat agenda Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, pada Senin (2/2).
“Saya hadir di Davos, puluhan kepala negara hadir. Hampir semua, hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia Ketiga,” ucap Prabowo.
BACA JUGA: Prabowo Perintahkan Operasional Bursa Harus Tetap Normal saat Kepemimpinan Transisi
Prabowo menuturkan bahwa di Indonesia menghadapi perubahan iklim karena terjadinya rentetan bencana. Namun, di tingkat dunia justru mengkhawatirkan perang dunia.
“Saudara-saudara, ada simulasi kalau terjadi Perang Dunia Ketiga nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena. Kita akan kena partikel-partikel radioaktif,” kata dia.
BACA JUGA: Prabowo Bertemu Tokoh Oposisi, Ini yang Dibahas
Bahkan, Ketua Umum Partai Gerindra itu bilang bahwa kemungkinan ikan di laut Indonesia akan terkontaminasi lantaran adanya nuclear winter.
Nuclear winter atau musim dingin nuklir merujuk pada fenomena iklim yang dapat terjadi setelah perang nuklir skala besar, yang mengakibatkan penurunan suhu permukaan secara drastis dan berkurangnya sinar matahari dalam jangka waktu yang lama.
“Akan terjadi nuclear winter karena debunya akan menutup matahari. Dan menutup mataharinya tidak satu tahun, tidak dua tahun, tidak tiga tahun. Para ahli mengatakan bisa winternya itu puluhan tahun,” tuturnya.
Walau begitu, Prabowo menegaskan saat ini Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri dengan posisi yang menganut bebas aktif, tetapi non-blok.
“Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun, kekuatan kita sendiri,” tambah Prabowo. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Klaim Banyak Negara Minta Kelapa Sawit, Bisa Hasilkan Solar hingga Avtur
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi



