Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel di Gaza yang kembali menewaskan puluhan warga sipil Palestina, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia.
Serangan Israel ke tenda pengungsian di wilayah selatan Jalur Gaza pada Sabtu, 31 Januari 2026 ini terjadi di tengah berlakunya perjanjian gencatan senjata yang seharusnya menjamin penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil.
Advertisement
“Israel terus melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata. Ini adalah pelanggaran nyata terhadap komitmen perdamaian dalam Board of Peace (BoP) yang baru saja disepakati oleh Amerika Serikat dengan berbagai negara di Timur Tengah termasuk Indonesia.” Kata Kholid dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Kholid mendorong Pemerintah Indonesia bersama negara-negara Muslim yang lainnya yang terlibat dalam Board of Peace (BoP) untuk mengambil langkah diplomatik yang lebih kuat dan terkoordinasi untuk mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menekan Israel agar menghentikan seluruh serangan militer ke Gaza.
“Ini adalah ujian konsistensi bagi negara-negara yang masuk dalam BoP. Kalau skema BoP ini terbukti bagus dan efektif, maka seharusnya Israel akan tunduk dan patuh mengikuti kesepakatan BoP dan dia tidak akan melakukan agresi kembali,” kata dia.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F31%2Fadf6a265c8a43c436dd4b2dba3b9b93e-FullSizeRender.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)