MAKASSAR, FAJAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sesumbar menggaungkan cita-cita kemenangan pada pemilu mendatang. Alasannya, mereka punya Jokowi yang bisa membantu perjuangan mereka.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Endang Sari menilai, PSI tidak sekuat euforia yang mereka perlihatkan selama rakernas. Tugas utama mereka saat ini adalah menghadapi verifikasi partai lebih dulu.
Verifikasi bukan pekerjaan mudah. Itu cukup menyita waktu dan tenaga, sementara mereka dikejar waktu untuk segera menuntaskan hal tersebut sebagai syarat bagi mereka untuk ambil bagian dalam pemilu mendatang.
”Saya kira target PSI harusnya menuntaskan kepentingan verifikasi KPU dulu, ya. Itu sangat administratif dan tidak mudah. Jadi mereka harus memastikan diri menjadi peserta pemilu dulu,” kata Endang, Minggu, 1 Februari 2026.
Selain itu, partai politik juga tidak cukup jika hanya bermodalkan ketokohan figur saja. Butuh maintenance, penguatan struktur dan jaringan hingga ke tingkatan paling bawah.
”Jadi tidak bisa hanya mengandalkan nama besar Pak Jokowi semata. Semuanya harus bekerja keras hingga ke tingkatan paling bawah, supaya pekerjaan mereka juga rapi,” terangnya.
Sikap Ayah
Jokowi, ayah Ketum PSI Kaesang Pangarep, menegaskan, PSI saat ini telah menjadi partai super terbuka, kian inklusif, dan banyak tokoh yang akan bergabung dari berbagai penjuru negeri, bahkan sampai ke pelosok. Itu artinya, PSI akan makin beragam, namun tetap seragam dalam arah perjuangan
“Ada dua yang perlu kita perkuat, yaitu jaringan sosial media, untuk memperkuat jaringan dengan warganet, netizen, perkuat jaringan online. Kemudian kita perkuat jaringan luring dari kota sampai ke desa, semua harus kita perkuat, bangun struktur sampai ke RT/RW,” ujar Jokowi di Hotel Claro, Makassar, Sabtu, 31 Januari 2025.
Presiden RI ke-7 itu juga menyampaikan, PSI butuh mesin besar untuk mewujudkan target-target besar mereka. Sehingga, struktur harus bergerak dan diperkuat untuk menyambut rangkaian kontestasi yang akan berlangsung mulai 2027 mendatang.
“Kita perlu mesin besar karena target PSI besar. Jadi tidak bisa struktur hanya sampai DPD, harus sampai RT/RW. Kekuatan parpol itu terletak pada struktur yang kuat, hidup, dan bekerja sampai ke akar rumput. Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup datang ke 38 provinsi, 514 kabupaten/kota dan kira-kira 7.000 kecamatan,” kata dia.
Jokowi juga menegaskan bakal bekerja habis-habisan dan mati-matian untuk memenangkan PSI. Sebab menurutnya, PSI adalah partai yang muaranya mengabdi kepada masyarakat.
“Kalau saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI, bekerja mati-matian untuk PSI. Inilah yang harus kita kerjakan, negara ini perlu partai yang baik, perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan,” tegasnya
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep juga menyampaikan bahwa PSI diyakini akan menjadi partai yang sangat besar pada masa datang. Itu sebabnya dia meminta seluruh kader untuk bekerja sama, bekerja keras, dan bergotong royong agar cita-cita mereka tercapai.
Pihaknya telah melakukan digitalisasi dalam mengelola partai. Sebagian besar data sebenarnya sudah tersedia, namun masih perlu diinput oleh masing-masing ketua di provinsi, agar sistem dapat diperbarui secara berkala.
“Saat ini, beberapa daerah seperti Jakarta dan Bali telah menunjukkan progres signifikan. Jawa Tengah dan Jawa Barat juga sudah masuk kategori memenuhi syarat KPU,” katanya.
Apabila dalam waktu tiga bulan status tidak berubah karena data tidak diperbarui, maka sistem akan secara otomatis melakukan pencopotan kepengurusan. Penegasan ini bukan dimaksudkan sebagai sanksi personal, melainkan mekanisme sistem yang berlaku bagi semua. (wid/zuk)



