Potret Pakistan Mencekam Usai 145 Anggota Kelompok Separatis Tewas

cnbcindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita
1/6

Orang-orang berdiri di dekat bangunan yang rusak akibat serangan militan, di Quetta, Provinsi Balochistan, Pakistan, Minggu (1/2/2026). Pasukan keamanan Pakistan menewaskan 145 militan selama 40 jam setelah serangan terkoordinasi di seluruh Balochistan. (REUTERS/Stringer)

2/6

Serangan tersebut menggarisbawahi keberlangsungan pemberontak di provinsi kaya sumber daya yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, di mana kelompok militan separatis telah meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan, warga sipil, dan infrastruktur. (REUTERS/Stringer)

3/6

Jumlah korban tewas termasuk militan yang tewas dalam penggerebekan pada hari Jumat dan Sabtu, serta militan tambahan yang tewas selama operasi pembersihan yang sedang berlangsung, kata kepala menteri Balochistan, Sarfaraz Bugti, dalam konferensi pers di Quetta. (REUTERS/Stringer)

4/6

Balochistan, provinsi terbesar dan termiskin di Pakistan, telah menghadapi pemberontakan selama beberapa dekade yang dipimpin oleh separatis etnis Baloch yang menginginkan otonomi yang lebih besar dan bagian yang lebih besar dari sumber daya alamnya. (REUTERS/Stringer)

5/6

Kelompok separatis terlarang, Tentara Pembebasan Baloch (Baloch Liberation Army), mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah melancarkan operasi terkoordinasi yang disebut Herof, atau "badai hitam", yang menargetkan pasukan keamanan di seluruh provinsi. (REUTERS/Stringer)

6/6

Sementara militer Pakistan mengatakan pada hari Sabtu bahwa serangan itu dilakukan oleh "militan yang disponsori India". India, musuh bebuyutan Pakistan yang bertetangga, membantah pernyataan itu pada hari Minggu, menuduh Islamabad mengalihkan perhatian dari masalah internalnya sendiri.(REUTERS/Stringer)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Klarifikasi Agensi Kim Seon Ho soal Dugaan Penggelapan Pajak
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Amankan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Fakta Aksi Warga Tolak Party Station di Kartika One Hotel Lenteng Agung
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Check-in Hotel Meledak di Libur Nataru, Pertanda Bisnis Baik-Baik Aja?
• 45 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Interpol Resmi Terbitkan Red Notice Buron Kasus Minyak Riza Chalid!
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.