IHSG Dibuka Merah, Istana Tetap Optimistis: Kita Jadikan Momentum Ini Perbaiki Pasar Bursa

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bogor, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan tekanan. Pada Senin (2/2/2026) pagi, IHSG terpantau melemah ke level 8.306,163 atau turun 103,247 poin (1,24 persen), di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar pasca gejolak institusional di sektor keuangan.

Di tengah kondisi tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan sikap optimistis pemerintah terhadap arah pasar modal nasional. Ia menilai koreksi yang terjadi harus dijadikan momentum pembenahan menyeluruh, bukan sumber kepanikan.

“Bismillah hari ini bisa naik. Bismillah. Ya, bismillah. Hari ini, bismillah, kita harus optimis, kita harus yakin. Kan itu untuk kepentingan kita semua ya,” ujar Prasetyo saat ditemui di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prasetyo mengingatkan, pemerintah telah merespons dinamika pasar melalui konferensi pers bersama yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melibatkan seluruh jajaran pemerintah, pejabat sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pejabat sementara Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kemarin kan sudah ya di dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Menko Ekonomi, Pak Airlangga, beserta dengan seluruh jajaran pemerintah. Kemudian juga dihadiri oleh pejabat sementara OJK. Jadi, istilahnya kalau di OJK itu adalah Pjs ya, ketika pejabat definitif berhalangan tetap,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengangkatan pejabat sementara dilakukan melalui mekanisme resmi Dewan Komisioner OJK menyusul pengunduran diri tiga pejabat puncak lembaga tersebut.

“Kemarin kan mengundurkan diri ada tiga orang, maka ada forum dewan komisioner yang memutuskan untuk mengangkat Pjs. Kemudian juga dihadiri oleh pejabat sementara Bursa Efek Indonesia,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, peristiwa yang mengguncang pasar dalam beberapa hari terakhir justru harus dijadikan titik balik untuk memperbaiki fondasi pasar modal Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden.

“Kita harapkan dengan kejadian kemarin menjadi momentum untuk kita memperbaiki pasar bursa kita, regulasi-regulasi kita perbaiki, beberapa hal sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden kemudian diambil keputusan untuk kita mereformasi diri,” ujarnya.

Ia menekankan, reformasi tersebut diarahkan untuk membangun pasar saham yang lebih terbuka, transparan, dan kredibel agar mampu bersaing dengan bursa global.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
China Dominasi Industri Perkapalan Dunia pada 2025, Kuasai 56 Persen Produksi Global
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Foto: Kencan Singkat Bersama Lepas L8, Pilihan PHEV Baru di Indonesia
• 10 menit lalukumparan.com
thumb
Bansos PKH-BPNT 2026 Sudah Cair Mulai Februari 2026, Ini Cara Cek Penerima dan Besarannya
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kisah tentang Ketekunan dan Keberhasilan 
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Mandjha Ivan Gunawan Luncurkan Koleksi Raya 2026 Bertema Mediterranean Serenity, Intip Koleksinya
• 23 jam laluintipseleb.com
Berhasil disimpan.