Anak 2 Tahun Buta Sebelah Usai Dicium Seseorang Pengidap Herpes

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Balita bernama Juwan harus kehilangan penglihatan di salah satu matanya akibat infeksi virus herpes (HSV-1). Sedihnya lagi, ia tertular herpes akibat dicium oleh teman dari orang tuanya yang mengidap virus yang sama.

Mengutip Dailymail, peristiwa ini bermula pada Agustus 2024 saat balita asal Inggris itu berumur 16 bulan. Awalnya orang tua Juwan mengira putranya tersebut mengalami infeksi mata. Mereka membawa Juwan ke dokter dan mendapat obat antibiotik.

Namun insting ibu Juwan, Michelle Saaiman, berkata lain. Ia merasa apa yang dialami Juwan adalah sesuatu yang serius, karena tampak seperti ada sesuatu yang tumbuh di bola mata Juwan.

"Kami menyadari bahwa dia tidak merasakan apa pun di matanya, karena dia benar-benar memasukkan jarinya ke matanya, menggaruk bola matanya, tanpa berkedip sedikit pun," kata Saaiman, dikutip dari Dailymail.

"Melihat anak saya dengan luka terbuka berukuran 4 mm di matanya adalah pengalaman yang paling traumatis," imbuh ibu asal Namibia ini.

Tes dan pemeriksaan akhirnya mengungkapkan bahwa Juwan menderita sariawan di matanya, yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.

"Virus herpes kemungkinan besar hanya dapat ditularkan oleh seseorang yang memiliki lepuhan aktif, mencium Juwan di sekitar mata, atau di tangannya — yang kemudian digunakan Juwan untuk menyentuh matanya," kata Saaiman.

Infeksi Makin Parah, Mata Juwan Buta Sebelah

Saaiman bercerita, para dokter membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengendalikan infeksi Juwan, tetapi pada saat itu kerusakan pada mata sudah telanjur terjadi.

"Ia (Juwan) kehilangan semua sensasi di mata dan tidak dapat melihat apa pun. Ia benar-benar buta. Artinya, otak tidak lagi mengenali mata dan berhenti mengirimkan sinyal ke mata. Gel yang sebelumnya melindungi mata telah menguap dan mata menjadi kering," katanya.

Para dokter akhirnya terpaksa menjahit kelopak matanya untuk melindungi bagian organ yang tersisa. Keluarga dan tim medis sedang mengupayakan kemungkinan operasi memindahkan saraf dari kaki ke rongga mata guna memulihkan hubungan antara bola mata dan otak akan berhasil.

Jika transfer saraf berhasil, ini bisa membuat Juwan memenuhi syarat untuk transplantasi kornea yang dapat mengembalikan penglihatannya.

"Prioritas utama kami saat ini adalah menyelamatkan mata itu sendiri dan mencegah infeksi lebih lanjut," tuturnya.

Saaiman berharap, peristiwa yang dialami Juwan ini jadi pelajaran berharga bagi siapa pun untuk tidak sembarangan mencium anak kecil, termasuk kerabat yang dikenal dekat.

"Pesan moral dari cerita ini adalah jangan biarkan siapa pun mencium bayi Anda. Virus yang konyol ini telah menyebabkan begitu banyak trauma dan kerusakan, itu benar-benar tidak sepadan," tegasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kata Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda soal Arahan Prabowo di Rakornas Pusat & Daerah
• 26 menit lalukompas.tv
thumb
Mauro Zijlstra Disebut Tinggal Tes Medis sebelum Tanda Tangan Kontrak 2,5 Tahun dengan Persija
• 5 jam lalubola.com
thumb
Lewat Program Pemberian Makanan Tambahan dan Edukasi Gizi, Dunia Usaha Tekan Risiko Stunting
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Arkadia Digital Media akan Gelar Seminar Nasional Profesionalisme Penegakan Hukum dan Iklim Usaha
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo Bertemu Sejumlah Tokoh Kritis, Djayadi Hanan: Ada Masukan Kebijakan yang Diperlukan
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.