DPRD DKI: RDF Rorotan dari Awal Perencanaannya Tidak Matang

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Ali Lubis, menilai pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan senilai sekitar Rp1,3 triliun sejak awal tidak direncanakan secara matang.

Penilaian itu disampaikan menyusul masih adanya keluhan warga terkait bau sampah dari operasional RDF.

“Anggarannya kurang lebih Rp1,3 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, sampai hari ini masih timbul persoalan dalam pengelolaan sampah yang katanya menggunakan teknologi modern. Ini tentu menjadi pertanyaan publik,” kata Ali kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).

Baca juga: DPRD DKI: Jika Belum Layak, RDF Rorotan Harus Dihentikan Sementara

Ali menilai, dengan anggaran sebesar itu, persoalan dampak lingkungan seharusnya sudah dapat diantisipasi sejak tahap perencanaan.

Menurut dia, keluhan warga terkait bau menunjukkan adanya masalah mendasar yang belum terselesaikan.

Ia juga menyinggung keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menghentikan sementara uji coba RDF Rorotan setelah menerima langsung keluhan warga yang terdampak.

“Dari situ saya semakin melihat bahwa perencanaannya memang kurang matang,” ujar Ali.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini RDF Rorotan masih dalam status uji coba yang dihentikan sementara atas arahan gubernur.

Terkait sumber bau, Ali menjelaskan bahwa pada awal operasional, bau diduga berasal dari asap pembakaran.

Baca juga: Pemprov DKI Diminta Tak Gegabah Tutup RDF Rorotan meski Diprotes Warga

Saat itu, pengelola bahkan telah membeli alat deodorizer untuk mengurangi bau.

“Namun belakangan, informasi yang saya terima, bau justru berasal dari lindi,” kata dia.

Lindi merupakan cairan hasil tumpukan sampah. Menurut Ali, bau menyengat muncul karena adanya kebocoran lindi dari truk pengangkut sampah.

Air lindi tersebut menetes di jalan dan menyebar ke lingkungan sekitar.

Ali menegaskan, persoalan ini berkaitan erat dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menilai AMDAL seharusnya menjadi kunci utama dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek RDF.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Spanyol: Madrid tak Biarkan Barca Tenang, Kembali Pangkas Jarak Jadi 1 Poin
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Skandal Epstein Seret Putri Mahkota Norwegia Jelang Sidang Anaknya
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Stok Pangan Jakarta Diklaim Aman Meski Permintaan Telur Ayam Melonjak
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo Bertemu Abraham Samad Hingga Eks Kabareskrim Demi Kepentingan Rakyat
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Berhitung Manfaat dan Risiko Indonesia di Board of Peace
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.