Tower Listrik Dibangun di Permukiman Padat Tanjung Priok-Plumpang, Mengapa?

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah tower listrik dengan ketinggian puluhan meter menghiasi wilayah Tanjung Priok hingga Plumpang, Koja, Jakarta Utara.

Berdasarkan data dari PT PLN (Persero), jumlah tower listrik atau Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang berada di jalur Tanjung Priok-Plumpang ada sekitar 22.

Jika diperhatikan dengan seksama, puluhan SUTT itu memiliki kabel yang saling terhubung satu sama lain.

Baca juga: Penjual Es Gabus Dinilai Berbohong saat Bertemu Dedi Mulyadi, Keluarga Suderajat Minta Maaf

Beberapa SUTT dibangun di atas lahan milik PLN dan area sekelilingnya telah ditembok beton berwarna putih dan biru. Kondisi ini membuat tower tidak menempel langsung dengan rumah warga meskipun jaraknya berdekatan.

Namun, terdapat pula SUTT yang area sekelilingnya belum ditembok, sehingga masih dikelilingi oleh rumah-rumah warga.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Gita Kurniawan Ginting, mengatakan bahwa wilayah Tanah Merah, Plumpang, Koja, telah menjadi lokasi SUTT dengan kapasitas 70.000 volt (70 kV) sejak tahun 1965.

Kemudian, pada 1994, kapasitas SUTT di kawasan tersebut ditingkatkan menjadi 150.000 volt (150 kV).

Dalam pembangunan puluhan SUTT itu, kata Gita, pemerintah tidak bertindak sembarangan dan telah memberikan kompensasi, mengingat terdapat rumah warga yang dibebaskan untuk dijadikan lokasi berdirinya tower listrik.

Setelah puluhan tahun berdiri, kini pengoperasian dan pengelolaan SUTT di jalur Tanjung Priok–Plumpang atau Tanah Merah berada di bawah tanggung jawab PLN UIT JBB.

"Sekarang di serahkan tanggungjawab pengoperasian dan pengelolaan jaringan ke PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat," jelas dia.

Berbeda dengan SUTET

Puluhan SUTT di Tanjung Priok dan Tanah Merah yang dikendalikan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat, berbeda dengan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang selama ini lebih banyak diketahui orang.

SUTET adalah saluran udara tegangam ekstra tinggi yang memiliki kapasitas sekitar 500.000 Volt atau 500 kV.

Baca juga: Potret Kampung Pojok, Surga Kontrakan Semi Permanen di Atas Laut

Fungsi utamanya adalah menyalurkan energi listrik dalam jumlah besar dan jarak jauh secara efisien dari pusat pembangkit menuju gardu induk di berbagai wilayah.

KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Kondisi perumahan padat penduduk di Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara, yang berada di bawah tiang SUTT. Jumat, (30/1/2026).
Selain itu, SUTET berfungsi mencegah kerugian daya yang signifikan berkat penggunaan tegangan sangat tinggi serta menjaga kestabilan pasokan listrik nasional. Dengan peran tersebut, SUTET kerap disebut sebagai tulang punggung jaringan listrik Indonesia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, SUTT memiliki tegangan yang lebih kecil, yakni 150.000 volt (150 kV), dan berfungsi untuk pendistribusian listrik secara regional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cara Menghindari Penurunan Memori
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Foto: Kencan Singkat Bersama Lepas L8, Pilihan PHEV Baru di Indonesia
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Dua Pemain Anyar Cetak Gol, Borneo FC Bungkam PSIM Yogyakarta
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jabar hingga Jakarta
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Subianto Gandeng Abraham Samad Hingga Susno Duadji Perkuat Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional
• 6 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.