TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Erna (48), korban kebakaran di Cipadu, Tangerang Selatan (Tangsel), mengatakan dia dan keluarganya tak sempat menyelamatkan harta bendanya saat peristiwa itu terjadi.
Pasalnya, api yang muncul menjelang waktu Maghrib itu merambat dengan cepat dan melalap bangunan di sekitarnya.
"Habis semua, enggak ada yang bisa diselamatin," ujar Erna saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Gudang dan 4 Ruko Tekstil di Cipadu Kebakaran, Kerugian Capai Rp 7 Miliar
Kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu, Erna mendengar ada keributan kecil di sekitar lokasi gudang dekorasi.
Namun, tak lama berselang, ia mendengar suara ledakan sekitar pukul 17.30 WIB. Api langsung membesar.
"Ada keributan kecil di pinggir dekor, terus enggak tahu jam 17.30 WIB itu ada ledakan, apinya gede. Terus digedor-gedor dari luar sama warga 'buka-buka, ini ada kebakaran'," kata dia.
Menurut Erna, saat kejadian, ia bersama keluarga tengah berada di dalam rumah dan bersiap menunggu waktu Maghrib.
Teriakan warga dari luar yang meminta mereka segera keluar menjadi tanda bahaya pertama yang dia dan keluarganya dengar
“Kita digedor-gedor sama tetangga, disuruh keluar karena ada kebakaran. Api itu cepat banget nyebarnya,” jelas dia.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil dan justru api semakin membesar.
Baca juga: Kebakaran Gudang dan 4 Ruko Tekstil di Cipadu Diduga Akibat Korsleting
Kemudian, ia pun panik melihat kondisi itu. Ia juga meminta keluarganya untuk menyelamatkan surat-surat yang dimilikinya.
Namun, api semakin besar sehingga surat-surat, mulai dari ijazah, rumah, BPKB, dan sebagainya ludes terbakar.
Erna dan keluarganya hanya sempat menyelamatkan tiga unit sepeda motor.
“Mau ambil surat-surat enggak bisa, apinya sudah nyamber ke belakang. Cepat banget prosesnya,” cerita dia.