Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja pariwisata nasional sepanjang 2025 menunjukkan pemulihan yang semakin solid. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat, seiring dengan pergerakan wisatawan Nusantara, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, hingga aktivitas transportasi yang ikut menguat.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, pada Desember 2025 jumlah kunjungan wisman terus mencatatkan tren positif. Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama baik udara, laut, maupun darat tercatat mencapai 1.122.993 kunjungan. Sementara iwisman yang masuk melalui pintu perbatasan darat dan laut mencapai 182.867 kunjungan.
“Dengan demikian secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,41 juta,” kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (2/2).
Secara bulanan, kunjungan wisman pada Desember 2025 meningkat signifikan. “Naik 17,25 persen secara bulanan dan secara year on year itu naik atau tahunan 14,43 persen,” ujarnya.
Kinerja positif tersebut turut mendorong capaian tahunan pariwisata Indonesia. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, total kunjungan wisman tercatat mencapai 15,39 juta kunjungan. Angka ini tumbuh 10,80 persen dibandingkan 2024 dan menjadi capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir.
“Capaian kunjungan wisman di tahun 2025 ini merupakan capaian tertinggi dalam 6 tahun terakhir,” kata Ateng.
Dari sisi kebangsaan, BPS mencatat kunjungan wisman sepanjang 2025 masih didominasi oleh negara-negara tetangga dan kawasan Asia Pasifik. Wisman berkebangsaan Malaysia menjadi yang terbanyak dengan porsi 17,3 persen, disusul Singapura sebesar 14,5 persen, serta Australia 11,0 persen.
Ateng menjelaskan, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya maupun Desember 2024, ketiga negara tersebut sama-sama mencatatkan peningkatan kunjungan ke Indonesia.
Dari sisi pintu masuk, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, masih menjadi gerbang utama wisman. Kunjungan melalui bandara ini terutama didominasi oleh wisatawan asal Australia, seiring dengan masih kuatnya daya tarik Bali sebagai destinasi unggulan.
Wisatawan Nusantara Ikut MenguatSelain wisman, pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) juga menjadi penopang utama pariwisata nasional. Pada Desember 2025, jumlah perjalanan wisnus tercatat mencapai 105,98 juta perjalanan. Angka ini naik 9,88 persen secara bulanan dan meningkat 4,84 persen secara tahunan.
Sepanjang 2025, total perjalanan wisatawan Nusantara mencapai sekitar 1,2 miliar perjalanan atau tumbuh 17,55 persen dibandingkan 2024. Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan jauh melampaui kondisi sebelum pandemi yang tercatat 722 juta perjalanan pada 2019.
Besarnya mobilitas wisnus mencerminkan kuatnya permintaan perjalanan domestik, terutama pada momen libur panjang, mudik Idulfitri, dan libur akhir tahun. Pergerakan ini ikut menghidupkan aktivitas ekonomi daerah tujuan wisata, mulai dari transportasi hingga jasa akomodasi.
TPK Hotel Ikut MeningkatMeningkatnya kunjungan wisatawan turut tercermin pada tingkat penghunian kamar hotel. Pada Desember 2025, TPK hotel klasifikasi bintang secara nasional mencapai 56,12 persen. Angka ini naik 2,23 poin secara bulanan, meski secara tahunan masih turun 1,94 poin.
TPK hotel bintang tertinggi tercatat di DI Yogyakarta sebesar 66,38 persen. Ateng menilai kondisi ini erat kaitannya dengan tingginya mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun.
“Diduga salah satunya terkait dengan liburan anak sekolah, liburan Nataru, dan juga ada beberapa event mulai dari konser, festival, budaya, dan lain sebagainya,” ujar Ateng.
Secara umum, BPS mencatat TPK hotel bintang masih lebih tinggi dibandingkan hotel nonbintang di hampir seluruh provinsi, menunjukkan permintaan akomodasi formal yang tetap kuat.
Transportasi Semakin RamaiSejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata, kinerja transportasi penumpang juga menunjukkan penguatan. Pada Desember 2025, jumlah penumpang seluruh moda transportasi meningkat secara bulanan, didorong momentum libur Natal dan Tahun Baru serta stimulus diskon tiket dari pemerintah.
Secara tahunan sepanjang 2025, peningkatan jumlah penumpang terjadi pada hampir seluruh moda transportasi. Angkutan laut domestik mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 10,56 persen secara tahunan.
Sementara itu, angkutan udara internasional tumbuh 8,14 persen, dari 19 juta penumpang pada 2024 menjadi 20,55 juta penumpang pada 2025. Moda kereta api juga mencatat peningkatan signifikan, dengan jumlah penumpang naik 8,8 persen dari 500,5 juta menjadi 549,9 juta penumpang. Adapun angkutan penyeberangan ASDP tumbuh 12,02 persen sepanjang 2025.





