Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti persoalan sampah di Bali. Prabowo mengaku ada jenderal hingga pejabat di Korea yang mengeluhkan kondisi Bali yang dinilai kotor, Senin (2/2).
Pantauan kumparan di sejumlah titik Kota Denpasar, seperti Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Tantular, tidak ditemukan sampah yang menumpuk. Sampah terlihat berada di tempat-tempat sampah, baik milik warga maupun pertokoan.
Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Jalan Tukad Pakerisan dan Jalan Tukad Petanu. Di beberapa titik sepanjang jalan tersebut masih terlihat tumpukan sampah, terutama di area pertokoan.
Sampah Sudah Sepekan Tak DiangkutSementara itu, di Jalan Tukad Yeh Aye juga terlihat tumpukan sampah yang diduga dibuang sembarangan.
Agus (30), salah satu pemilik toko roti di Jalan Tukad Petanu, mengaku petugas terlambat mengambil sampah pada pekan ini. Petugas pengangkut tidak memberikan alasan.
“Biasanya sampah diambil satu kali dalam dua hari. Ini sudah hampir satu minggu tidak diangkut, tidak tahu kenapa, dan tidak ada penjelasan,” katanya.
Agus berharap pemerintah dapat mengangkut sampah setiap hari demi menjaga kebersihan area toko roti dan kenyamanan pelanggan.
TPS YangbatuPantauan kumparan di TPS Yangbatu, menunjukkan sejumlah motor cikar tampak mengantre masuk ke TPS pada pukul 15.30 WITA.
Bli Gondrong, salah satu sopir cikar, mengatakan dirinya sudah mengantre sejak pukul 14.00 WITA. Hal ini karena sampah harus dipilah di TPS sebelum dibuang ke TPA Suwung. TPA Suwung tidak menerima sampah anorganik sejak Agustus 2025.
Menurutnya, tumpukan sampah di wilayah Desa Yangbatu saat ini belum signifikan dan jadwal pengangkutan sampah masih berjalan normal.
“Gak seberapa (menumpuk), normal,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bali, Made Rentin, belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Prabowo tersebut.





