AS Rilis Jutaan Lembar Dokumen Epstein, Nama Trump hingga Elon Musk Muncul

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (30/1) waktu setempat merilis jutaan lembar dokumen terkait terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Sejumlah nama populer seperti Donald Trump hingga Elon Musk muncul dalam dokumen tersebut.

Total dokumen yang dirilis mencakup lebih dari 3 juta halaman, 2.000 video, dan 180.000 gambar.

Dokumen itu memperlihatkan betapa luasnya jaringan Epstein, yang meninggal dunia karena bunuh diri di sel pada 2019. Tokoh politik, pebisnis, hingga figur hiburan disebut berteman dekat dengan Epstein.

Epstein adalah seorang pemodal (financier) asal Amerika Serikat keturunan Yahudi yang dikenal luas sebagai pelaku pedofilia.

Dalam dokumen tersebut, Elon Musk disebut pernah menanyakan soal sebuah pesta kepada Epstein. Namun, Musk dalam sebuah pernyataan membantah pernah hadir dalam pesta yang digelar Epstein.

Nama lain yang terungkap adalah Kevin Warsh. Pria yang dinominasikan Trump sebagai pimpinan Federal Reserve (The Fed) itu disebut pernah diundang Epstein ke sebuah pesta Natal.

Tidak jelas apakah Warsh menghadiri pesta tersebut atau tidak.

Nama lainnya yang muncul ialah mantan Presiden AS Bill Clinton dan mantan Menteri Keuangan Larry Summers. Publikasi terbaru ini kembali menyoroti kedekatan mereka dengan Epstein.

Baik Clinton maupun Summers telah membantah melakukan pelanggaran terkait Epstein. Keduanya juga menyatakan penyesalan atas kedekatan tersebut.

Nama terkenal lainnya yang muncul di dokumen Epstein adalah pendiri Microsoft, Bill Gates. Mengutip Anadolu, mengindikasikan bahwa Gates tertular penyakit menular seksual (PMS) dari 'gadis-gadis Rusia' saat berkunjung ke pulau pribadinya, Little Saint James.

Berkas-berkas itu menyebutkan bahwa miliarder teknologi tersebut diduga mencari antibiotik tanpa sepengetahuan istrinya setelah insiden tersebut, menurut draf email yang ditulis oleh Epstein.

Jubir Gates menyangkal isi dokumen itu dengan mengatakan "sepenuhnya absurd dan sangat tidak benar."

Nama Trump

Ratusan dokumen yang dirilis turut menyebut nama Trump. Meski demikian, sebagian besar di antaranya hanya berupa kumpulan laporan media.

Salah satu dokumen berisi email internal penyelidik federal terkait tuduhan yang melibatkan Trump dan Epstein. Namun, email tersebut tidak menyebut adanya klaim kejahatan yang terbukti, dan beberapa tuduhan dinilai tidak kredibel.

Trump kembali menegaskan bahwa ia tidak mengetahui kejahatan Epstein, demikian dikutip dari AFP.

Pengungkapan dokumen Epstein merupakan salah satu janji kampanye Trump, meski ia sempat menunda perilisannya. Kementerian Kehakiman menegaskan sebagian besar dokumen memuat klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Trump.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menekankan bahwa rilis kali ini merupakan tahap akhir publikasi dokumen Epstein oleh pemerintahan Trump.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Asia Futsal 2026: Timnas Indonesia Vs Vietnam
• 12 jam lalubola.com
thumb
IHSG Senin Pagi Dibuka Melemah, Masih Wait and See Pertemuan Otoritas dan MSCI
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Soroti Sampah di Bali: Pantai Kotor Bisa Bikin Turis Enggan Datang
• 2 jam lalumerahputih.com
thumb
Biarkan Hidup Berubah dari Kepompong Menjadi Kupu-kupu
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Top 3 News: Serangan Kamp Gaza, Anggota Komisi I DPR Syamsu Riza Ingatkan Posisi Indonesia
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.