Asing Mulai Beli Saham Indonesia, Transaksi Hari Ini Rp 577 Miliar

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Investor asing mulai kembali membeli saham di pasar modal Indonesia, Senin (2/2). Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menilai aliran dana asing mulai terlihat meski aktivitas perdagangan secara umum masih cenderung menurun.

“Hari ini merupakan hari pertama perdagangan setelah akhir pekan dan announcement yang terjadi. Dari sisi trading memang agak menurun, tetapi yang positif kita melihat net foreign buy di first half,” ujar Pandu.

Menurutnya, pergerakan pasar saat ini diwarnai koreksi pada saham-saham dengan valuasi tinggi atau yang sebelumnya dinilai kurang menarik secara investasi. Sebaliknya, saham-saham dengan fundamental kuat justru mulai menjadi sasaran pembelian.

“Banyak saham dengan valuasi yang sangat tinggi atau uninvestable itu mengalami koreksi. Namun saham-saham yang fundamental justru mengalami net buy dan bergerak positif,” jelasnya.

Rotasi ke saham fundamental mulai tercermin dari daftar saham yang paling banyak dibeli dan dijual oleh pelaku pasar. Ia menyebut pola tersebut sejalan dengan diskusi yang sebelumnya terjadi dan kini mulai terealisasi.

“Kalau melihat top 10 atau top 15 buy dan sell, seperti yang kita bicarakan sebelumnya, sekarang mulai terjadi. Koreksi pada saham-saham dengan valuasi tinggi ini bisa dibilang koreksi alami,” katanya.

Dikutip dari data Stockbit pada Senin sore ini, investor asing memang mulai mencatatkan pembelian bersih dengan membukukan net buy sebesar Rp 577,41 miliar di All Market, dengan nilai pembelian mencapai Rp 5,67 triliun dan penjualan sebesar Rp 5,09 triliun.

Dari sisi volume, investor asing juga mencatatkan net buy 1,09 miliar saham, dengan volume beli 6,91 miliar saham dan volume jual 5,82 miliar saham. Meski demikian, aktivitas perdagangan masih didominasi investor domestik yang menguasai 71,54 persen nilai transaksi, sementara porsi asing tercatat 28,46 persen.

Masuknya dana asing ini memperkuat indikasi awal rotasi investasi ke saham-saham berfundamental kuat, di tengah koreksi yang masih berlangsung pada saham-saham dengan valuasi tinggi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Katanya Gencatan Senjata tapi Israel Masih Saja Serang Gaza
• 21 jam laludetik.com
thumb
Google Beri Peringatan, Jangan Angkat Telepon dari Nomor Ini
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Langkah Mundur atas Nama Efisiensi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Oknum Promotor Dilaporkan Terkait Dugaan Penggelapan Dana Festival K-Pop
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Malam Nisfu Syaban 2026 Hari Ini, Simak Amalan dan Doa-doanya
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.