Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan signifikan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang 2025. Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus mencapai 1,2 miliar perjalanan atau tumbuh 17,55% dibandingkan 2024.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono mengatakan angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, sekaligus melampaui level sebelum pandemi Covid-19.
“Jumlah perjalanan wisnus pada tahun 2025 cukup besar, mencapai 1,2 miliar perjalanan. Ini meningkat 17,55% dibandingkan tahun 2024,” ujar Ateng.
Ia menambahkan, capaian tersebut bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan periode pra-pandemi. Sebelum Covid-19, jumlah perjalanan wisnus tercatat sekitar 722 juta perjalanan.
“Sekarang sudah mencapai 1,2 miliar. Ini menunjukkan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata domestik sudah sangat pulih,” katanya.
Secara bulanan, pada Desember 2025 jumlah perjalanan wisnus tercatat 105,98 juta perjalanan. Angka ini naik 9,88% dibanding November 2025 dan tumbuh 4,84% secara tahunan (year-on-year).
Menurut Ateng, peningkatan mobilitas terutama dipicu momentum libur panjang keagamaan dan akhir tahun.
Pada periode Lebaran 2025, BPS mencatat jumlah perjalanan keluar kota dari H-6 hingga H+11 mencapai 84,6 juta perjalanan. Pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), perjalanan mencapai 73,7 juta.
Puncak mobilitas Lebaran terjadi pada H+1 dengan 11,7 juta perjalanan. Lonjakan ini didominasi aktivitas silaturahmi masyarakat ke daerah sekitar tempat tinggal, seperti perjalanan antarkota jarak pendek.
“Setelah Lebaran, banyak masyarakat melakukan silaturahmi ke keluarga terdekat. Itu yang terlihat mendominasi data perjalanan,” ujarnya.
Adapun puncak perjalanan saat Nataru terjadi pada H+7 dengan 6,7 juta perjalanan, bertepatan dengan momen libur tahun baru.



