tvOnenews.com - Penyanyi Denada membuat pernyataan yang mengejutkan, pada akhirnya mengakui bahwa Ressa Rizky merupakan anak kandungnya.
Melalui video yang diunggah melalui media sosialnya, Denada meminta maaf kepada pemuda asal Banyuwangi, Al Ressa Rizky Rossano karena tidak hidup dan dibesarkan olehnya.
Keputusannya di masa lalu itu dipengaruhi oleh kondisi psikologis yang tidak stabil, sehingga ia tidak mampu membesarkan Ressa sejak bayi.
“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya. Saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” ungkap Denada pada video di akun Instagram @denadaindonesia.
Selain itu ia juga meminta maaf karena baru mengakui bahwa dirinya merupakan ibu biologisnya dan semua yang telah dilakukan merupakan kesalahannya.
“Saya juga ingin minta maaf kepada Ressa karena baru saat ini, setelah sekian lama, saya memberitahukan bahwa saya adalah ibu kandungnya,” ujarnya.
“Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, dan itu kekhilafan saya dan saya minta maaf,” sambungnya.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
Kini penyanyi rapper ini hanya dapat berdoa dan berharap agar anak laki-lakinya itu dapat memaafkan dan mau menerima dirinya sebagai ibu.
“Saat ini saya cuma bisa berdoa dan saya cuma bisa berharap. Semoga Ressa mau memaafkan saya dan mau menerima saya sebagai ibu kandungnya. Dengan segala kekurangan saya, dengan keadaan bahwa saya masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang sesuai dengan harapan anak-anak saya,” jelasnya.
Tak hanya itu, putri dari Emilia Contessa ini juga ingin meminta maaf kepada Almarhumah ibunya dan seluruh adiknya atas kegaduhan yang terjadi di keluarganya.
“Saya juga minta maaf pada Almarhumah mama (Emilia Contessa). Dan saya juga minta maaf kepada semua adik-adik saya. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa dan khilaf saya,” pungkasnya.
Permasalahan Denada dan Ressa Rizky masih belum menemui titik temu saat mediasi.



