JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang, Midyani, mengungkapkan kronologi kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Tangerang.
"Memastikan 1.000% bahwa Sahabat Rida adalah kader Ansor dan sekaligus Kasatkoryon Banser Kecamatan Tangerang. Jadi valid itu 1.000% anggota saya atau kader saya," ujarnya kepada Disway.id, Senin, 2 Februari 2026.
BACA JUGA:AEML dan Pemerintah Sepakat Perpres 79/2023 Sukses Akselerasi Ekosistem EV, Langkah Strategis Pemerintah Percepatan Adopsi BEV
BACA JUGA:Ucapan Mantan Suami Denada Bikin Haru Usai Video Pengakuan Ressa sebagai Anak Kandung
Midyani bilang, peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu, 21 September 2025. Saat itu, korban tengah menghadiri tabligh akbar di Cipondoh, Kota Tangerang, dengan penceramah Bahar bin Smith.
"Nah, kader saya, Sahabat Rida, memang kalau beliau itu suka ya menghadiri pengajian termasuk maulid, tidak melihat penceramahnya itu Bahar, Habib atau bukan Habib, termasuk Kiai, Ustaz, ya beliau ketika waktunya ada dan berkesempatan selalu hadir," tuturnya.
Selepas acara tabligh akbar--sekira pukul 00.00 WIB, kata Midyani, biasanya kader Nahdlatul Ulama (NU) tabarrukan. Atau ngalap berkah, bersalaman dengan para penceramah.
Namun disaat ingin bersalaman dengan Bahar bin Smith, korban tiba-tiba diamankan oleh sejumlah pengawal dari Bahar bin Smith.
BACA JUGA:Kasus Kematian Lulu Lahfah Disetop, Polisi Pastikan Tak akan Periksa Saksi Lagi
BACA JUGA:ASIK! Saldo DANA Kaget Gratis Rp255.000 Cair ke Dompet Elektronik, Cek Syarat Klaimnya Lewat HP
"Nah, di jarak kurang lebih 2 meter karena memang sangat berdesak-desakan ya kondisinya, jarak 2 meter itu Sahabat Rida atau kader Banser Rida itu diamankan sama pengawal-pengawal Bahar," jelasnya.
"Bahkan di depan panggung itu pun ada pemukulan, Mas, sampai dibawa ke salah satu rumah tersangka (Bahar bin Smith) ya," sambung Midyani.
Midyani menuturkan, korban diamankan oleh sejumlah pengawal Bahar bin Smith lantaran dianggap ingin melakukan kekerasan. Padahal dalam kenyataannya salah besar.
"Hanya ingin melakukan salaman. Tapi dituduh sebagai perusuh atau mau melakukan pemukulan lah terhadap Bahar Smith. Padahal tidak seperti itu, hanya sekedar mau bersalaman," imbuhnya.
Tak berhenti di situ, lanjutnya, korban dipukul pada bagian kepala saat di depan panggung. Kemudian Rida dibawa ke sebuah ruangan, rumah Bahar bin Smith, disitulah korban dikeroyok oleh tersangka dan beberapa orang lainnya.
- 1
- 2
- 3
- »


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)

