Jakarta: Kawasan Merauke, Papua Selatan, diproyeksikan jadi pusat cadangan pangan nasional. Saat ini, fasilitas terkait untuk menunjang hal tersebut tengah dibangun, salah satunya di kawasan Wanam.
Tim Survei Jhonlin Group, Alex Bastomi, mengatakan pembangunan tetap berjalan meski menghadapi tantangan medan yang berat. Ia menjelaskan, perintisan jalan telah mencapai 58,44 kilometer, sementara jalan yang sudah diperkeras sepanjang 11,53 kilometer.
“Itu sudah bisa (dilewati) karena sudah kita perkeras dengan batu,” kata Alex dalam keterangan yang dikutip Senin, 2 Februari 2026.
Baca Juga :
Nadiem Makarim Kaget Anak Buah Akui Terima Gratifikasi ChromebookPembangunan jalan akses di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menghadapi tantangan berat. Akibat, kondisi alam rawa berlumpur, curah hujan tinggi, dan pasang surut air laut.
Infrastruktur tersebut dibangun untuk mendukung pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) atau food estate Wanam yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN) ketahanan pangan.
Wanam diproyeksikan sebagai pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru seluas 1 juta hektare. Pihaknya telah melakukan pembukaan lahan seluas 9.781 hektare.
Hingga akhir Januari 2026, progres fisik pembangunan jalan telah mencapai sekitar 58 kilometer. Sebagian ruas telah dipadatkan dan dapat digunakan untuk menunjang aktivitas proyek pengembangan kawasan pangan.
Alex menyebutkan, ruas jalan yang telah diperkeras sudah bisa dilalui kendaraan pengangkut material pembangunan proyek PSN. Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan jalan tersebut agar konektivitas kawasan pangan dapat segera terwujud.
“Kita usahakan secepatnya (untuk rampung),” ujarnya.
Baca Juga :
Air Danau Kerinci Jambi Menyusut Drastis
Perjuangan pembangunan akses darat tersebut turut dirasakan masyarakat setempat. Ulus, warga asli Merauke yang bekerja sebagai sopir truk pengangkut material, menyatakan kondisi akses di Wanam saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia mengaku pernah bekerja sebagai tenaga harian survei saat pembangunan dermaga (jetty) Wanam pertama kali direncanakan.
“Sebelumnya saya di sini (kerja) harian survei untuk pas bangun Jetty ini,” kata Ulus.
Menurut Ulus, sebelum adanya jalan darat, mobilitas di kawasan tersebut sangat terbatas karena kondisi tanah berlumpur dan ketergantungan pada jalur air.
“Kalau sebelumnya di sini setengah mati (jalannya), karena daerahnya ini lumpur. Sekarang sudah mendinglah,” ungkapnya.
Pembangunan jalan KSPP Wanam juga dilengkapi sistem drainase terintegrasi untuk menjaga stabilitas badan jalan di atas rawa sekaligus mendukung pengelolaan tata air lahan pertanian. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik, menekan biaya transportasi, serta menjadi fondasi pengembangan kawasan lumbung pangan nasional di Papua Selatan.



