Jakarta, tvOnenews.com — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) ambil bagian dalam Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 yang digelar di Kairo, Mesir, pada 22 Januari hingga 3 Februari 2026. Dalam pameran buku internasional tersebut, Kemenag mempromosikan platform ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai sumber literasi keislaman berbasis digital.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, Lubenah, menyampaikan bahwa keikutsertaan Kemenag dalam ajang tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat literasi keagamaan. Ia menegaskan, literasi tidak hanya terkait ketersediaan bahan bacaan, tetapi juga menyangkut kemampuan memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama secara tepat.
“Literasi keagamaan bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi menyangkut kualitas cara berpikir, memahami, dan mengamalkan agama,” kata Lubenah di Kairo, Minggu (1/2/2026).
Ia menuturkan, penguatan literasi keagamaan memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Akses terhadap bacaan keislaman yang beragam dan relevan, menurutnya, dapat mendorong tumbuhnya pemahaman agama yang moderat dan sesuai dengan konteks zaman.
“Inilah yang kami perkenalkan dalam forum literasi internasional seperti CIBF,” ujarnya.
Selain sebagai sarana promosi literasi, Lubenah menambahkan, partisipasi Kemenag dalam CIBF juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring internasional. Kehadiran Indonesia di pameran tersebut membuka peluang kolaborasi dengan penerbit, lembaga penelitian, serta institusi keagamaan dari berbagai negara.
“Kami ingin literasi keagamaan Islam Indonesia terhubung dengan ekosistem literasi global,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam, Nur Rahmawati, menjelaskan bahwa koleksi ELIPSKI diperkenalkan dalam format cetak dan digital guna memudahkan akses pengunjung pameran.
“Di stan pameran, kami menampilkan buku, kitab, serta materi khotbah Jumat tematik yang selama ini menjadi bagian dari layanan literasi keagamaan Kementerian Agama,” ujar Nur.
Ia mengungkapkan, koleksi ELIPSKI mencakup khazanah keislaman klasik hingga karya tematik yang mengulas isu-isu kontemporer. Salah satu topik yang menarik perhatian pengunjung adalah Ekoteologi Islam.
“Tema ekoteologi mendapat respons karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian global,” katanya.
Nur menilai, tingginya minat pengunjung menunjukkan adanya kebutuhan terhadap pemikiran keislaman yang membahas hubungan antara manusia dan lingkungan. Ia meyakini, koleksi ELIPSKI berpotensi menjadi referensi dalam diskursus keislaman lintas negara.



