Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Adat Toraja

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

KOMIKA Pandji Pragiwaksono mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan bersama kuasa hukumnya Haris Azhar pada Senin siang. Kedatangan Pandji dalam rangka memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus adat Toraja.

Pemeriksaan ini perdana ia jalani usai dilaporkan Aliansi Pemuda Toraja pada 3 November 2025. Namun, panggilan pemeriksaan telah dilayakan dua kali. Pandji baru bisa memenuhi panggilan hari ini, karena pada panggilan pertama tengah berada di luar negeri.

"Ini dapat panggilan terkait kasus Toraja,” kata Pandji di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/2).

Baca juga : Ini Alasan Angkatan Muda NU Laporkan Pandji Pragiwaksono

Pandji telah selesai menjalani pemeriksaan. Penyelidik memeriksa Pandji dari pukul 10.30 WIB dengan total 48 pertanyaan.

"Empat puluh delapan pertanyaan, seputar materi video stand up Toraja,” ujar Pandji.

Kemudian, Pandji mengaku telah meminta maaf atas materi komedinya yang menyingung masyarakat Toraja. Namun, ia mengaku akan kooptasi menjalani proses hukum.

Baca juga : Ada Delik Tuyul di KUHP? Laporan Eggi Sudjana soal Roy Suryo Dinilai Keliru

"Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan. Sudah ada bisa dilihat publik juga. Tapi ya ini mungkin meluruskan laporan aja kali ya. Jadi saya mengikuti prosesnya aja," pungkas Pandji.

Sebelumnya, Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Pandji ke Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan dan/atau ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat Toraja. Laporan tersebut dibuat menyusul kembali viralmya materi stand up komedi Pandji tahun 2013 di media sosial. Materi itu dinilai telah menyinggung adat dan budaya Toraja.

Pandji pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Toraja setelah ia menerima banyak protes dan kemarahan terkait sebuah joke dalam pertunjukan Mesakke Bangsaku tahun 2013. Ia mengaku sudah membaca dan menerima semua protes serta surat yang ditujukan kepadanya.

Bahkan, Pandji juga berdialog dengan Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam pembicaraannya lewat telepon, Rukka disebut menceritakan dengan sangat indah tentang budaya Toraja, maknanya, nilainya, dan kedalamannya.

"Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai," kata Panjdi dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, pada Selasa, 4 November 2025. (Yon/P-3)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekonom Proyeksi Januari Alami Deflasi, Surplus Dagang Masih Bertahan Tipis
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Dorong Talenta Pelajar, Permendikdasmen 25/2025 Perkuat Pembinaan dan Kucurkan Ribuan Beasiswa
• 7 jam laludisway.id
thumb
Delapan Langkah Strategis Untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia
• 11 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Prabowo Perintahkan Kementerian-Lembaga Bersihkan Lingkungan: Korve!
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.