Terkini, Makassar – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus mengantarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.
Dalam kunjungannya, Isyana menyambangi langsung rumah penerima manfaat MBG 3B. Dua keluarga yang dikunjungi yakni Sitti Syariah (25), ibu hamil enam bulan, serta Sucu Citra (26), ibu menyusui dengan anak kedua berusia 1 tahun 10 bulan.
Isyana mengatakan, Program MBG 3B menjadi salah satu upaya strategis pemerintah untuk memperkuat pemenuhan gizi pada masa seribu hari pertama kehidupan (usia 0–2 tahun), yang merupakan fase krusial dalam pencegahan stunting.
“Ibu menyusuinya menerima MBG, begitu juga balita non-PAUD. Keduanya mendapatkan manfaat program ini secara langsung. Masa seribu hari pertama kehidupan adalah masa yang sangat penting, optimal, dan krusial untuk mencegah stunting menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Isyana.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya Kemendukbangga/BKKBN melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mendistribusikan MBG dari SPPG hingga sampai ke tangan penerima manfaat. Selain itu, TPK juga berperan memberikan edukasi gizi serta menjembatani komunikasi terkait kebutuhan khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Kami memastikan kebutuhan khusus benar-benar diperhatikan. Jika ada ibu hamil yang tidak bisa mengonsumsi jenis makanan tertentu, hal tersebut dapat disampaikan agar dicarikan menu pengganti dengan kandungan gizi setara, sehingga kebutuhan gizinya tetap terpenuhi,” tuturnya.
Salah satu penerima manfaat, Sucu Citra, mengaku program MBG 3B sangat membantu dirinya dan anaknya dalam menjaga asupan gizi harian.
“Program ini sangat membantu untuk menjaga kesehatan anak dan mencegah stunting sejak dini,” ucapnya.
Selain meninjau SPPG dan penyaluran MBG, Isyana juga mengunjungi Kampung KB di Kelurahan Manggala serta meninjau implementasi Program MBG di Kelurahan Bangkala. Ia menegaskan, Kampung KB merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.
“Salah satu visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan itu semua harus dimulai dari keluarga,” jelasnya.
Menurut Isyana, Kampung KB menjadi wadah integrasi berbagai program, mulai dari bina keluarga balita, remaja, hingga lansia, termasuk penguatan edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai kunci pencegahan stunting. Ia juga mengapresiasi inovasi lokal seperti Program Simfoni (Single Parents Membangun Potensi Anak Indonesia) di Kampung KB Manggala yang dinilai berpotensi direplikasi di daerah lain.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa Kampung KB memiliki peran penting dalam pengendalian pertumbuhan penduduk dan penguatan ketahanan keluarga, khususnya di Kecamatan Manggala yang memiliki dinamika kependudukan cukup kompleks.
“Kecamatan Manggala mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan jumlah penduduk sekitar 160 ribu jiwa. Pengendalian penduduk dan penguatan ketahanan keluarga menjadi sangat penting,” ujarnya.
Munafri menambahkan, Pemerintah Kota Makassar memandang Kampung KB sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dari keluarga.


