PADANG, KOMPAS — Dua bulan seusai bencana, puluhan siswa SD 49 Batang Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, masih belajar di kelas darurat yang dipinjamkan puskesmas dan TK setempat. Kepala sekolah dan wali murid berharap gedung sekolah yang hilang disapu banjir bandang atau galodo akhir November lalu bisa segera dibangun kembali.
Sebanyak 81 siswa SD 49 Batang Kabung kini menumpang belajar di ruangan Puskesmas Pembantu (Pustu) Batang Kabung dan TK V Batang Kabung, Kecamatan Nanggalo, Senin (2/2/2026). Siswa kelas I belajar di salah satu kelas di TK, sedangkan siswa kelas II-VI belajar di ruang periksa di lantai II pustu.
Kondisi proses belajar-mengajar di ruang periksa lantai II Pustu Batang Kabung relatif padat karena ruangan kecil. Untuk kelas II dan III yang berdekatan, ruangan tidak berdinding penuh sehingga suara di kedua kelas bisa saling beradu. Untuk tempat guru memanfaatkan tengah ruangan tanpa dinding.
“Namanya menumpang, memang tidak senyaman tempat sendiri. Namun, daripada belajar di tenda—kan panas sekali—alhamdulillah belajar di sini (pustu) cukup bagus,” kata Kepala SD 49 Batang Kabung, Elsi Harisa, ketika dijumpai di lantai II Pustu Batang Kabung, Kelurahan Batang Kabung, Senin.
Meski demikian, Elsi menyebut, sekolah kesulitan menjalankan kelas ataupun kegiatan yang membutuhkan lapangan. Sebab, di lokasi menumpang ini, tidak ada lapangan. Sekolah pun mesti menumpang di lapangan bangunan lain di sekitar lokasi tersebut.
Elsi menjelaskan, bangunan SD 49 Batang Kabung, yang berjarak sekitar 750 meter dari Pustu Batang Kabung, hanyut tanpa sisa akibat tersapu banjir bandang dari Sungai Air Dingin. Hanya sejumlah laptop, smart TV, dan proyektor yang sempat diselamatkan, sedangkan mebel dan buku-buku habis disapu banjir.
Pantauan Kompas, Senin, lokasi sekolah itu telah berubah jadi sungai. Tak tampak sisa-sisa bangunan yang menunjukkan pernah berdiri sekolah di tempat itu. Selain SD, tiga rumah dan satu mushala juga hanyut akibat galodo.
Menurut Elsi, meski gedung SD terdampak bencana, proses belajar mengajar tetap dapat berjalan. Siswa SD 49 Batang Kabung sempat menumpang di SD 47 Koto Tuo dan SDIT Buah Hati, Kelurahan Koto Pulai, untuk menyelesaikan semester ganjil tahun ajaran 2025/2026.
Memasuki semester genap, 5 Januari 2026, kata Elsi, sekolah yang memiliki 13 guru dan tenaga kependidikan ini kemudian menumpang di Pustu Batang Kabung dan TK V Batang Kabung. Dinas pendidikan membantu melengkapi fasilitas belajar di kelas darurat.
Elsi melanjutkan, pihak sekolah sudah menyerahkan data kepada dinas pendidikan terkait rencana relokasi sekolah. “Kami berharap bangunan sekolah baru segera terealisasi supaya suasana belajar bisa kembali seperti biasa,” katanya.
Sementara itu, Delfiani (47), warga setempat sekaligus wali murid, berharap SD 49 Batang Kabung kembali dibangun di Kelurahan Batang Kabung. Sebab, jika dipindah dari kelurahan itu, anaknya dan anak warga lainnya yang umumnya dari kalangan menengah ke bawah akan sulit menjangkau sekolah.
“Wali murid di sini banyak yang tidak punya kendaraan. Jajan anak-anak kami saja hanya Rp 2.000-3.000. Kalau sekolah dipindahkan jauh dari sini, bagaimana biayanya. Kami berharap gedung sekolah baru tetap di Batang Kabung,” kata Delfiani (47), yang juga alumnus angkatan kedua SD 49 Batang Kabung.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, secara keseluruhan, ada 22 sekolah (TK hingga SMP) di bawah naungan dinasnya yang terdampak banjir badang akhir November lalu. Dari jumlah itu, SD 49 Batang Kabung merupakan yang terparah dengan kategori rusak berat, sedangkan sisanya rusak sedang.
Menurut Yopi, sejak awal semester genap tahun ajaran 2025/2026, sebagian besar sekolah terdampak sudah kembali melaksanakan proses belajar mengajar. “SD 49 Batang Kabung kami jadikan sekolah darurat di Pustu Batang Kabung. Kami rehab dan kami lengkapi fasilitasnya,” katanya.
Yopi menjelaskan, secara total, ada 1.229 siswa terdampak bencana. Anak-anak tersebut mendapatkan bantuan seragam, alat tulis dan buku, dan lainnya dari pemerintah dan donatur lainnya. Para guru yang terdampak juga mendapat bantuan dari berbagai pihak.
Terkait bangunan baru SD 49 Batang Kabung, Yopi menyebut, Pemkot Padang berencana merelokasinya ke tempat yang lebih aman. Pemkot punya lahan seluas 850-1.000 meter persegi di Kelurahan Batang Kabung.
Untuk pembangunan gedung SD itu, Pemkot Padang telah mengajukan proposal ke pemerintah pusat melalui dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan proposal ke sejumlah perusahaan. “Kami targetkan dalam tahun 2026 ini bangunan baru SD 49 Batang Kabung bisa dibangun,” ujarnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490058/original/073869200_1769988181-Dinkes.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488067/original/066896900_1769702774-PSM_Makassar_Vs_Semen_Padang.jpg)

