Sebuah lembaga think tank Inggris, Institute for Public Policy Research (IPPR), menyuarakan kekhawatiran atas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap ekosistem pemberitaan. Mereka menyerukan pemerintah untuk menetapkan aturan terkait pembayaran yang adil dan keterbukaan sumber berita yang digunakan AI.
Laporan IPPR menyebut, AI kini menjadi gerbang utama bagi publik untuk mengakses berita, sekaligus membentuk ekosistem media. Namun, teknologi AI seperti ChatGPT dan Google Gemini dilaporkan jarang mengutip media resmi, termasuk BBC News.
“Penggunaan beberapa media secara tidak proporsional dibandingkan media lain berisiko mempersempit perspektif pengguna, sekaligus memperkuat sudut pandang atau agenda tertentu tanpa sepengetahuan mereka,” kata IPPR dilansir dari Xinhua, Senin (2/2/2026).
Lembaga tersebut meminta pemerintah mewajibkan perusahaan AI membayar konten berita yang mereka gunakan. Skema pembayaran diharapkan adil, melibatkan berbagai penerbit, dan memungkinkan kesepakatan lisensi kolektif.
Selain itu, IPPR menekankan pentingnya standarisasi berita yang dihasilkan AI, agar publik dapat mengetahui sumber dan proses pembuatan jawaban yang diberikan teknologi tersebut.
Pemerintah juga diminta melindungi media independen yang dibiayai dana publik. Menurut IPPR, langkah cepat dari regulator sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ekosistem berita. (lea/saf/ipg)



