Penuhi Kebutuhan Domestik, Freeport-Antam Kerja Sama

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Senior Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan menjual 26 ton emas batangan untuk pasar dalam negeri pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, Freeport Indonesia juga akan bekerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Senior Vice President (SVP) Government Relation PTFI, Harry Pancasakti menyampaikan optimisme sebanyak 26 ton akan diserap pasar domestik, bahkan bisa lebih besar dengan kerja sama dengan Antam.

"Ke depannya juga bisa sampai 30 ton apabila bekerja sama dengan Antam karena saya pikir kebutuhan domestik lain akan muncul," jelas Harry dalam Gold Outlook 2026, CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).


Adapun emas batangan tersebut menurut Harry diharapkan bisa bersumber dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) bisa beroperasi kembali pada kuartal 1-2026 ini pasca terjadinya longsoran. Harry menyampaikan bahwa sejatinya sebelum terjadinya longsor di tambang GBC, Freeport mengoperasikan tiga tambang bawah tanah. Nah dengan hanya mengoperasikan dua tambang bawah tanah kapasitas produksi konsentrat tembaga Freeport hanya 30%.

"Insya Allah akhir kuartal 1-2026, secara parsial mengoperasikan tambang GBC sehingga sampai akhir Desember 2026 produksi naik tapi belum bisa naik dari kapasitas," ungkap Harry.

Baca: Freeport Incar Produksi Emas 40 Ton pada 2027, Ini Strateginya

Dia menambahkan, karena kejadian longsoran di tambang GBC, pada tahun 2025 PTFI hanya mampu memproduksi emas sekitar 16 ton emas batangan. Nah, di tahun 2026 ini akan ada peningkatan produksi emas batangan yang akan dijual ke domestik sekitar 26 ton.

"Tahun 2026 ramped up tambang GBC, kita bisa produksi yang kita jual ke domestik semuanya sekitar 26 ton ya. Kalau dibandingkan 50-60 ton kita average di atas kapasitas normal, kuncinya mitigasi tambang GBC diharapkan 2027, 2028, dan 2029 kita kembali emas berada di kisaran 40 ton per tahun," rinci Harry.

Sebagai informasi, Antam dan Freeport Indonesia pada November 2024 lalu telah menandatangani perjanjian jual beli emas dengan total volume 30 ton emas. Adapun kontrak jual beli emas Freeport dengan Antam ini berlangsung selama lima tahun senilai US$ 12,5 miliar atau Rp 200 triliun.

Baca: Imbas Ada Longsoran, Produksi Bijih Tembaga Freeport Masih 30%


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jurus Optimalkan Ribuan Ton Emas Masyarakat Lewat Bullion Bank

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jelang Pembukaan oleh Prabowo, Rakornas 2026 Mulai Dipadati Kepala Daerah
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Rupiah Awal Pekan Melemah ke Rp16.798 Terseret Isu Suksesi The Fed
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo: Kita Tidak Akan Ikut Pakta Militer Manapun!
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Kebijakan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat pacu pendidikan teknologi
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Kapten Inter Milan Minta Maaf ke Pemain Timnas Indonesia Emil Audero Akibat Insiden Lemparan Flare saat Nerazzurri Menang 2-0 atas Cremonese
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.