Jakarta, tvOnenews.com – Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, menjalani malam penuh emosi usai membawa timnya menang 2-0 atas Cremonese. Gol yang ia cetak bukan hanya mempertegas kemenangan, tetapi juga menjadi hadiah spesial untuk putri tercintanya.
Dalam laga tandang tersebut, Inter kembali menunjukkan karakter kuat sebagai tim papan atas. Nerazzurri mampu mengendalikan tekanan sekaligus meraih hasil maksimal di tengah atmosfer yang tidak selalu bersahabat.
Lautaro tampil sebagai figur sentral sepanjang pertandingan dan dinobatkan sebagai Player of the Match. Namun bagi striker asal Argentina itu, makna kemenangan kali ini jauh melampaui sekadar penghargaan individu.
“Penghargaan ini akan saya simpan di kamar putri saya karena hari ini adalah ulang tahunnya,” ujar Lautaro, dilansir dari DAZN. Ia mengaku berharap bisa segera kembali ke Milan dan menemui sang buah hati dalam keadaan masih terjaga.
“Penghargaan dan jersey ini untuknya, karena dia telah mengubah hidup saya,” lanjut Lautaro. Ucapan tersebut mencerminkan sisi humanis seorang kapten yang tak hanya berbicara soal sepak bola.
Selain golnya, Lautaro juga menyoroti efektivitas Inter dalam memanfaatkan situasi bola mati. Menurutnya, aspek tersebut menjadi salah satu senjata penting dalam pertandingan yang berjalan ketat.
Meski Inter saat ini berada di posisi puncak klasemen, Lautaro menegaskan bahwa perjalanan musim masih panjang. Ia menilai tim harus tetap rendah hati dan fokus pada perbaikan di setiap laga.
Namun suasana kemenangan sedikit ternodai oleh insiden flare yang dilempar ke arah kiper Cremonese, Emil Audero. Lautaro menjadi salah satu pemain Inter yang pertama menghampiri dan memastikan kondisi sang penjaga gawang.
“Hal seperti ini tidak boleh terjadi karena membahayakan keselamatan seseorang,” tegas Lautaro. Ia menekankan bahwa pemain juga manusia yang berhak mendapatkan rasa aman di lapangan.
“Kami memberikan tontonan yang disaksikan oleh banyak orang di seluruh dunia,” katanya. “Kami meminta maaf kepada Audero dan juga kepada para pendukung Cremonese, karena insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi.”
Menariknya, Lautaro juga mengingatkan bahwa Audero memiliki sejarah emosional dengan Inter. Ia menyebut sang kiper sebagai bagian dari perjalanan klub dalam meraih gelar penting sebelumnya.




