FAJAR, MAKASSAR — Pemerintah kelurahan terus mendorong penguatan program berbasis lingkungan dan pelayanan publik.
Dua kelurahan, yakni Kassi-Kassi dan Bangkala, menegaskan komitmen dalam penanganan sampah, digitalisasi layanan, serta peningkatan kesejahteraan warga.
Lurah Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Adhitya Zulkarnain Masdar, menyebut program prioritas di wilayahnya difokuskan pada pengelolaan sampah dan digitalisasi data kependudukan.
Menurutnya, pengelolaan sampah dilakukan melalui pengembangan Teba Modern yang kini tersedia di seluruh RW dengan total 15 unit. Ke depan, program tersebut akan diperluas hingga ke tingkat RT.
“Kami akan membangun Teba Modern di setiap RT. Totalnya ada 85 RT di Kelurahan Kassi-Kassi,” ujar Adhitya.
Selain itu, Kassi-Kassi juga mengembangkan urban farming di tiga titik, menghidupkan kembali bank sampah, serta merencanakan pembuatan lubang biopori di setiap rumah warga. Langkah ini ditargetkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Di bidang pelayanan, Adhitya menjelaskan pihaknya tengah menyiapkan sistem digitalisasi data penduduk melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Sistem berbasis web atau aplikasi itu akan memuat peta rumah warga secara detail.
“Misalnya kita ingin tahu apakah rumah tersebut sudah bayar PBB atau belum, cukup klik titik rumahnya di aplikasi,” jelasnya.
Untuk penanganan stunting, Kassi-Kassi bekerja sama dengan pihak Claro dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak yang masuk kategori stunting.
Tak hanya itu, kelurahan juga merancang program sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis bagi pelaku UMKM, serta menggandeng salah satu universitas di Makassar untuk sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah menjadi produk bernilai guna.
Sementara itu, di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Lurah Muhammad Dapri turun langsung memantau kegiatan Ahad Bersih bersama warga. Kerja bakti tersebut melibatkan RT dan RW setempat yang bergotong royong membersihkan lingkungan.
Pada kesempatan itu, Dapri juga melakukan pemasangan Teba Modern di sejumlah RT sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan. Hingga kini, jumlah Teba Modern di Bangkala telah mencapai 12 unit dan akan terus dikembangkan secara bertahap.
“Terima kasih kepada seluruh warga, RT, dan RW yang melaksanakan kerja bakti. Semoga kegiatan seperti ini terus kita jaga sebagai budaya bersama demi Bangkala yang bersih, sehat, dan beradab,” katanya. (irm/*)





