YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Rumah Pemberdayaan Al Muhtadiin menggelar Workshop Baking & Cooking Ayam Cilok Kriwil dan Puding Pakcoy di Rumah Pemberdayaan Al Muhtadiin, Kampung Sundawenang, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (31/1).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Workshop tersebut menjadi bagian dari Kick-Off Program Perempuan Berdaya yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan desa.
Pada sesi awal, peserta dibekali keterampilan memasak (hardskill) pembuatan Cilok Ayam Kriwil dan Puding Pakcoy. Kedua menu dipilih karena menggunakan bahan baku yang murah, mudah diperoleh, serta fleksibel untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan pasar.
Baca juga : Kembangkan Usaha Rumahan, Sandiaga Uno Ikut Inkubasi Usaha Kecil Tahap 2
Selain keterampilan memasak, peserta juga mendapatkan pelatihan pemanfaatan generative artificial intelligence (AI) untuk pembuatan konten promosi. Para peserta bahkan ditantang untuk langsung membuka pre-order (PO) pada hari yang sama.
Hasilnya, tantangan tersebut membuahkan capaian signifikan. Total pesanan yang masuk mencapai 1.705 porsi Cilok Ayam Kriwil, 1.883 porsi Puding Pakcoy, serta 297 paket bundel.
Produk dijual dengan harga Rp1.500-Rp3.000 per porsi, sementara paket bundel dibanderol Rp10.000-Rp25.000. Dari penjualan tersebut, para peserta memperoleh pendapatan sekitar Rp11.176.500 dalam satu hari.
Baca juga : Workshop UMPRI Dorong Wirausaha, Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Setelah sesi tatap muka, program dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu. Pendampingan ini difokuskan pada diskusi langsung dengan trainer, praktik pembuatan konten promosi, optimalisasi strategi pemasaran digital, serta penerapan ilmu dalam tantangan bisnis yang dijalani peserta.
Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kolaborasi ini menjadi berkah tersendiri karena mampu menghadirkan dampak sosial langsung bagi masyarakat.
"Program Perempuan Berdaya ini ditujukan bagi perempuan yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan agar memiliki keterampilan baru dan mampu menghasilkan pendapatan sendiri," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Senin (2/2).
"Ini bisa menjadi langkah awal untuk menopang perekonomian keluarga," tambahnya.
Ia menambahkan, peserta yang menunjukkan perkembangan signifikan selama pendampingan akan mendapatkan dukungan lanjutan melalui Program Inkubasi. Program tersebut meliputi pelatihan pengembangan merek dagang, pembuatan kemasan produk, hingga pendampingan perizinan usaha.
"Selain keterampilan memasak, para ibu juga diajarkan dasar-dasar digital marketing berbasis AI agar bisa langsung membuat desain dan caption open PO yang siap disebarkan ke media sosial," kata Sandiaga Uno.
Sementara itu, Kepala Desa Sundawenang, Wahid menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut di wilayahnya.
Ia berharap program pelatihan dan pembinaan UMKM semacam ini dapat terus berlanjut agar produk UMKM Desa Sundawenang semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar di luar desa.
"Saya sangat bahagia dan bersyukur Desa Sundawenang mendapat kesempatan pelatihan UMKM bersama YIS dan Rumah Pemberdayaan Al Muhtadiin. Terima kasih atas pelatihan dan bantuan modal yang diberikan," ujar Wahid. (E-4)





