JAKARTA, DISWAY.ID – Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Search and Rescue (SAR) Bandung, Moch Adip, menyebut tantangan terbesar dalam pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, adalah faktor cuaca.
Menurut Adip, kondisi hujan lebat berpotensi membahayakan tim SAR gabungan maupun peralatan yang digunakan. Karena itu, ia menegaskan seluruh personel harus tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan selama bertugas di lapangan.
“Kalau hujan lebat, lokasi tersebut bisa membahayakan tim SAR gabungan dan peralatan yang dimiliki,” ujar Adip dalam keterangan resmi Basarnas, Senin (2/2/2026).
BACA JUGA:Kemenhaj Tegaskan Mediasi Aduan Jemaah Umrah untuk Keadilan
BACA JUGA:6 Korban Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Evakuasi 74 Kantong Jenazah di Lokasi Longsor Pasirlangu
Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan 74 kantong jenazah dengan memperluas pencarian di sejumlah sektor. Upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan penelusuran terhadap enam korban yang masih belum ditemukan.
“Jumlah korban yang sudah terevakuasi yaitu 74. Korban kurang lebih masih enam dalam pencarian,” jelasnya.
Seluruh jenazah yang ditemukan kemudian dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Dari total temuan, tim DVI berhasil mengidentifikasi 58 jenazah.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)

