Dokumen Tak Sinkron, Keluarga Duga Rekayasa Panti Sosial soal Jenazah di TPU Tegal Alur

kompas.com
23 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Dugaan pemalsuan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat, diduga bermula dari pemalsuan dokumen oleh oknum panti sosial milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Cipayung, Jakarta Timur.

Dugaan tersebut diungkapkan Imelda, putri mendiang Rudy Watak, yang jenazahnya belakangan diketahui tidak sesuai berdasarkan hasil ekshumasi dan tes DNA.

Imelda menilai, sejak awal terdapat kejanggalan dalam proses pendataan dan pelaporan yang dilakukan pihak panti sosial.

Kecurigaan Imelda bermula dari ketidaksinkronan keterangan lisan pihak panti dengan dokumen resmi hasil asesmen yang disampaikan ke Dinas Sosial DKI Jakarta melalui Inspektorat.

Baca juga: Polisi Periksa Saksi Kasus Dugaan Pemalsuan Jenazah di TPU Tegal Alur

"Awalnya ada berita dari pihak panti sosial bahwa ayah saya, Rudy Watak, ditemukan di jalan dan dibawa ke panti sosial yang ada di Cipayung," ujar Imelda kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).

Ia mendapat informasi bahwa ketika ayahnya diterima di panti sosial pada 24 Maret 2022, Rudy Watak disebut mengalami kesulitan berkomunikasi.

"Dikatakan bahwa saat sampai di panti sosial, ayah saya itu hanya bisa menyebutkan nama. Tidak bisa menyebutkan alamat, tidak bisa menyebutkan apa pun," kata Imelda.

Namun, keterangan tersebut bertolak belakang dengan isi dokumen laporan hasil asesmen tertanggal 25 Maret 2022 yang dibaca Imelda. Dalam dokumen tersebut, Rudy Watak justru disebut mampu memberikan informasi pribadi secara detail.

"Di dokumen dijelaskan bahwa pihak panti sosial mengadakan asesmen kepada papa saya, dan papa saya bisa menyebutkan nama dari kakek saya, nenek saya, terus tanggal lahir, dan juga riwayat penyakit," ungkap Imelda.

Menurut Imelda, isi dokumen itu tidak sejalan dengan narasi yang menyebut ayahnya ditemukan dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan.

Baca juga: Jenazah Deden Maulana, Korban Pesawat ATR 42-500, Diberangkatkan ke Garut untuk Dimakamkan

Dugaan pemalsuan identitas

Dugaan rekayasa dokumen semakin menguat setelah Imelda menemukan kejanggalan pada foto serah terima saat ayahnya dibawa ke panti oleh Satpol PP Pasar Minggu. Ia menyebutkan, terdapat ketidakwajaran pada papan identitas dalam foto tersebut.

"Berdasarkan dokumen itu, di bawah foto itu tertulis nama Iwan. Kemudian ada spidol coretan dan diganti dengan nama Rudy Watak, papa saya," jelas Imelda.

Imelda mengaku telah mengonfirmasi temuan itu kepada Satpol PP Pasar Minggu, yang disebut sebagai pihak yang menemukan ayahnya di jalan.

"Kata Satpol PP Pasar Minggu, sebenarnya tidak boleh diganti begitu tanpa konfirmasi mereka. Tidak ada cap stempel atau paraf dari Satpol PP Pasar Minggu. Kenapa Iwan berganti menjadi Rudy Watak?" ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kecurigaan Imelda mencapai puncaknya ketika ia melihat foto jenazah yang ditunjukkan pihak panti sosial. Menurutnya, fisik jenazah tersebut tidak sesuai dengan ciri-ciri ayahnya. Keraguan itu akhirnya terjawab setelah dilakukan ekshumasi dan tes DNA.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Senin Malam, Tinggi Letusan Capai 1 Km
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
TVRI Perluas Jangkauan untuk Layanan Siaran Piala Dunia 2026
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Penyebutan Bali dan Indonesia dalam Epstein File, Ada Apa?
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Peringatan Dini BMKG: Sejumlah Perairan di Sumatera Berpotensi Gelombang Tinggi hingga 5 Februari
• 19 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.