Angkutan Barang Lewat Laut Anjlok Desember 2025, Ini Kata INSA

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja angkutan barang pada Desember 2025 tercatat anjlok sebesar -1,88% secara bulanan dibandingkan November 2025. 

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto melihat, kontraksi yang terjadi akibat adanya penyesuaian pola logistik dari pemilik barang menjelang libur Nataru yang lalu.

“Pemilik barang memilih melakukan pemuatan lebih awal dan menempatkan barang di dalam kontainer sebelum waktu libur untuk antisipasi terhadap jeda operasional, dan ini sedikit menghambat perputaran kontainer,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (2/1/2026).  

Mengingat, pada akhir tahun terdapat jeda operasional karena libur serta adanya pembatasan angkutan barang. 

Selain itu, masih terdapat beberapa tantangan terkait produktivitas prasarana pada beberapa pelabuhan, khususnya terkait kelancaran bongkar muat yang mempengaruhi kecepatan arus barang secara keseluruhan. Alhasil, kinerja angkutan barang lebih rendah dari bulan sebelumnya. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah barang yang diangkut pada Desember 2025 mencapai 46,4 juta ton atau turun 1,88% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Baca Juga

  • Pembatasan Angkutan Barang Lebaran 2026, MTI Minta Pemerintah Alihkan ke Kereta Api
  • Menhub: Pembatasan Angkutan Barang Lebaran 2026 Serupa Tahun Lalu
  • Batu Bara Jadi Tulang Punggung Angkutan Barang KAI 2025

Penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar -7,87%, Panjang sebesar -3,84%, dan Tanjung Perak -1,15%. Sebaliknya, peningkatan jumlah barang terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar -16,57% dan Tanjung Priok sebesar -3,71%.

Meski angkutan laut domestik terkontraksi secara bulanan, tetapi mencatatkan kinerja double digit mencapai 18,91% secara tahunan atau year on year (YoY). 

Sementara itu, moda angkutan udara domestik dan angkutan kereta meningkat, yang masing-masing tumbuh 4,97% dan 1% month to month (MtM).

Untuk pesawat, peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma-Jakarta sebesar 19,35%, Hasanuddin-Makassar sebesar 14,71%, Juanda-Surabaya sebesar 12,12%, dan Sentani-Jayapura sebesar 6,67%. 

Sebaliknya, penurunan jumlah barang terjadi di Bandara Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 2,67%. Jumlah barang yang diangkut terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 18,2 ribu ton atau 31,93% dari total barang yang diangkut, diikuti Sentani-Jayapura sebanyak 9,6 ribu ton atau sebesar 16,84%.

Untuk angkutan kereta, sebagian besar barang yang diangkut tersebut, tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 5,5 juta ton atau 83,09% dari total barang yang diangkut dengan kereta. Peningkatan jumlah barang terjadi di wilayah Jawa nonJabodetabek dan Sumatera masing-masing sebesar 1,68% dan 0,87%.

Meski demikian, angkutan barang secara keseluruhan tumbuh positif di semua moda, masing-masing angkutan udara domestik sebesar 0,01%, angkutan laut domestik sebesar 16,56%, dan angkutan kereta sebesar 0,85%. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mobil Gelar Run the Island 2026 di Bali, Diikuti Ribuan Pelari 
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Diperiksa Bareskrim Soal Candaan Pemakaman Toraja, Pandji Akui Dicecar 48 Pertanyaan
• 19 menit laluviva.co.id
thumb
Kabar Baik! Harga Emas Antam Hari ini Melonjak, Kembali ke Rp 3 Juta
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketua MA Pimpin Wisuda Purnabakti Kepala Pengadilan Militer Utama | MA NEWS
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Apel Disiplin ASN, Asisten II Tekankan Etika dan Perencanaan Kerja Awal Tahun
• 11 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.