Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Kesehatan memberi perhatian serius dan prioritas pada penanganan tuberkulosis (TBC).
Hal tersebut disampaikan Benyamin usai bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/2).
Benyamin menjelaskan, pertemuan tersebut membahas agenda kesehatan sekaligus penugasan yang diembannya di Kementerian Kesehatan.
"Ya, tentu bahas kesehatan. Untuk bagaimana, intinya bagaimana saya bertugas sebagai di Kementerian Kesehatan. Ya, saya jelaskan saja tugas-tugas saya. Pertama, untuk bagaimana pemberantasan tuberkulosis (TBC) bisa lebih baik, dan bagaimana, kan quick win daripada pemerintahan Pak Prabowo dan Pak Gibran kan adalah bagaimana penanganan kasus tuberkulosis merupakan program utama, di samping makan bergizi gratis," ujarnya.
Ia menegaskan kondisi TBC di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Pasalnya, Indonesia merupakan peringkat tertinggi kedua dalam penyakit TBC.
"Kan kita nomor dua tertinggi di dunia. Oleh karena itu, Presiden minta tolong ini dilakukan prioritas presiden dalam pemerintahan beliau supaya angkanya turun," ucapnya.
Benyamin mengungkapkan, dalam 120 hari terakhir dirinya telah berkeliling ke 12 provinsi untuk menyosialisasikan program penanganan TBC bersama para pimpinan daerah. Karenanya, ia menjelaskan penanganan TBC harus dilakukan secara masif dan terintegrasi.
"Karena sebetulnya penanganan TB itu ya kayak COVID-lah. Kalau diserbu habis, virusnya dimatikan (kalau COVID), kalau TB ya Mycobacterium tuberculosis-nya dihabisin. Ya di Indonesia kalau sudah nggak ada kuman TB kan nggak nular. Nah, selama kumannya ada ya nularin kita," tandas dia.




