Korban meninggal dunia akibat insiden ledakan gas 12 kilogram di Palembang bertambah menjadi tiga orang.
Korban ketiga yakni Uming (54 tahun) tetangga korban yang juga tinggal di Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang.
Kapolsek Ilir Timur II Palembang, Kompol M. Ismail, mengatakan korban Uming meninggal dunia akibat luka bakar sekitar 80 persen dan sempat 2 hari menjalani perawatan di RS Pelabuhan Boom Baru.
"Betul, korban meninggal dunia dalam insiden ledakan tabung gas 12 kilogram itu bertambah satu orang. Jadi totalnya ada tiga," kata dia, Senin (2/2).
Selain korban tewas, enam korban lain saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan luka bakar bervariasi antara 20-80 persen.
"Enam orang yang masih dirawat, terdiri dari empat dewasa dan dua balita," ujarnya.
Dua korban tewas sebelumnya yakni Dewi Rohayati (33 tahun), istri pemilik rumah, dan Murni (40 tahun) yang merupakan asisten rumah tangga.
Sementara korban luka yakni: Sumarni (63 tahun), Ria (40 tahun), Sri Rahayu (21 tahun), Weni Widia (40 tahun), seorang bayi S (10 bulan), serta N (2 tahun).
Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut di mana dugaan sementara ledakan terjadi akibat kebocoran pada tabung gas 12 kilogram saat korban sedang memasak untuk acara hajatan menyambut Ramadan pada Sabtu (31/1).

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F29%2F41b5f69a-54a1-4493-a07d-9f624f5f87b1.jpeg)



