Jakarta, tvOnenews.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan pelaksanaan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council atau ABAC 2026 di Indonesia akan dimanfaatkan untuk memperkuat peran pengusaha sebagai ujung tombak hubungan dagang dan investasi antarnegara.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan ABAC berbeda dengan forum antarnegara, karena diwakili langsung oleh pelaku usaha yang juga menjadi perpanjangan tangan kebijakan ekonomi masing-masing negara.
“Di APEC ini 21 ekonomi ini diwakilkan tiga pengusaha yang merupakan political appointee, jadi paket express, seperti saya, Pak Tiko (Wakil Menteri BUMN) Bu Shinta (Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Umum APINDO dan anggota ABAC Indonesia),” kata Anindya Bakrie dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, skema tersebut membuat ABAC menjadi ruang strategis untuk mendorong relasi perdagangan dan investasi secara lebih cepat dan langsung.
“Mereka itu bisa menjadi duta untuk mengedepankan relasi perdagangan dan investasi,” ujarnya.
Anindya menjelaskan, China secara khusus meminta Indonesia menjadi tuan rumah agenda awal ABAC 2026, karena dinilai mampu memanfaatkan peran dunia usaha secara efektif, sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan kawasan.
“China meminta khusus Indonesia untuk menjadi tuan rumah karena ini merupakan agenda setting,” ucapnya.
Ia menegaskan, menjadi tuan rumah ABAC bukan sekadar kehormatan, tetapi kesempatan untuk mengonsolidasikan kepentingan dunia usaha nasional, termasuk pelaku UMKM dan asosiasi daerah.
“Ini bukan hanya untuk anggota ABAC, tapi untuk konstituen Kadin secara keseluruhan, termasuk Kadin provinsi dan asosiasi,” tegas Anindya.
Kadin juga mendorong keterlibatan pemerintah agar agenda ABAC dapat dimanfaatkan maksimal, terutama dalam membuka akses pasar dan investasi.
“Janganlah kita menganggap kecil suatu pembukaan akses pasar, karena akses pasar ini sering juga dibarengi dengan akses teknologi, kerja sama, investasi, dan lain-lain,” katanya.
Anindya berharap, pelaksanaan ABAC 2026 di Indonesia dapat memperkuat koordinasi pengusaha lintas negara sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
“Mereka sangat mengharapkan Indonesia sebagai the new growth story,” pungkasnya. (rpi/aag)



