Jakarta: Anggota Komisi VII DPR , Mujakkir Zuhri berharap perusahaan pengolahan kayu bersekala besar bisa berkolaborasi dengan perusahaan pengolahan kayu sekala kecil bahkan UMKM. Sebab, banyak industri kecil menengah di daerah kosambi Pasar Kemis Rajeg, Balaraja, dan lainnya.
?
?"Di sana banyak pengolahan- pengolahan kayu seperti pintu dan meja kayu yang sekalanya kecil," kata Mujakkir melalui keterangan tertulis, Senin, 2 Februari 2026.
Baca Juga :
BSI Resmi Naik Kelas sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel?Politikus Golkar itu mendorong Asosiasi Meubel Indonesia (ASMINDO) bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian UMKM di Provinsi Banten, khususnya di Tangerang bisa membantu kolaborasi tersebut.
?
?"Agar mereka bisa bersaing dan semakin berkembang hingga bisa menghasilkan produk setara dengan produk luar negeri," ungkap Mujakkir.
?
?Ia meyakini perusahan berskala besar di Banten yang mampu melakukan ekspor ke Tiongkok, Amerika, dan negara-negara ainnya bisa meningkatkan kerjasamanya dengan perusahaan kecil serta UMKM.
?
?"Sebab ada juga perusahaan bersekala besar yang berkolaborasi dengan pengusaha kecil dan UMKM yang dilibatkan. Ternyata produk yang menggunakan alat manual banyak juga diminati. Jika perusahaan bersekala besar bisa berkolaborasi, maka perusahaan kecil UMKM, maka secara bersama-sama bisa menghadapi derasnya produk impor yang masuk ke Indonesia," sebut Mujakkir.
Anggota DPR RI Komisi VII, Mujakkir Zuhri. Foto: Dok. Istimewa.
?
?Mujakkir menjelaskan kolaborasi itu dinilai penting. Sebab, produk Tiongkok dengan harga yang murah tapi kualitasnya bagus yang saat ini mulai membanjiri pasar dalam negeri.
?
?"Oleh karena itu perusahan besar bisa membantu UMKM agar bisa tetap bertahan. Setidaknya bisa terus berproduksi dan menjual produk-produknya baik didalam negeri maupun luar negeri," ujar Mujakkir



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F01%2Fe3ade13c5bf96197f0dfc6c0aa0ce620-20251201BAH7.jpg)