IHSG Masih Merah, Bagaimana Respons Pemerintah?

kompas.id
18 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS — Kendati Indeks Harga Saham Gabungan masih anjlok, pemerintah optimistis karena kepercayaan asing terhadap pasar modal dinilai mulai meningkat. Pemilihan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan akan dipercepat guna mengembalikan kepercayaan pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan hingga ditutup pada Senin (2/2/2026) sore. Indeks mencapai level 7.922,73 atau merosot 4,88 persen dengan total kapitalisasi pasar sebesar Rp 14.268 triliun. Sepanjang Senin, sektor bahan baku (basic materials) memimpin pelemahan dengan koreksi tajam mencapai 10,74 persen. Kinerja saham hari ini menjadi yang terendah setidaknya dalam tiga bulan terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, mengatakan, pemerintah tetap optimistis di tengah anjloknya IHSG. Sebab, kepercayaan investor asing terhadap pasar modal dinilai tumbuh, sebagaimana terlihat dari adanya transaksi net buy.

Ini berita bagus. Setelah empat hari berturut-turut mencatat jual bersih, hari ini, asing kembali masuk. Artinya, mereka melihat nilai di balik koreksi ini.

“Kita lihat terjadi net inflow asing. Net inflow asing berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada,” kata Airlangga.

Baca JugaDorong Transparansi Bursa, Data Kepemilikan Saham Akan Dirinci ke 27 Subtipe Investor

Di tengah kejatuhan indeks, investor asing justru mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 654,9 miliar. ”Ini berita bagus. Setelah empat hari berturut-turut mencatat jual bersih, hari ini, asing kembali masuk. Artinya, mereka melihat nilai di balik koreksi ini,” kata Pelaksana Tugas Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin sore.

Ia juga mengimbau agar seluruh investor pasar modal tetap tenang dan tidak panik. Investor diminta untuk melihat investasi dalam perspektif jangka panjang.

”Fundamental ekonomi kita sangat baik dan prospek ke depan juga masih terjaga. OJK bersama SRO (self-regulatory organization) terus memastikan perdagangan berjalan teratur, wajar, dan efisien,” kata Friderica.

Frederica menjelaskan, pelemahan yang terjadi sejalan dengan kinerja indeks-indeks regional yang melemah. Indeks Kospi Korea Selatan hari ini minus 5,4 persen. Pelemahan juga terjadi di Indeks Hong Kong, India, Singapura, dan China. Selain indeks saham, secara regional harga komoditas emas juga melemah pada hari ini.

Baca JugaIHSG Merosot ke Level 7.900, OJK Minta Investor Fokus ke Fundamental

Penurunan tajam ini didominasi oleh saham-saham yang harganya sudah naik terlalu tinggi dalam periode sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya aksi rebalancing atau penyesuaian portofolio oleh investor.

Pergantian Ketua Dewan Komisioner OJK

Di Sentul, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga optimistis IHSG juga akan kembali menguat seiring dengan pergantian Ketua Dewan Komisioner OJK. Sebab, menurut dia, sejauh ini pasar masih menunggu pergantian pejabat OJK.

Oleh karena itu, pemerintah tengah memulai proses pergantian Ketua Dewan Komisioner OJK. Mulai Senin, Kemenkeu membentuk panitia seleksi.

Ia mengungkapkan, tidak ada arahan dari Presiden ihwal pemilihan kandidat Ketua Dewan Komisioner OJK. Akan tetapi, pihaknya akan memilih beberapa orang. Sebab, pemilihan Ketua Dewan Komisioner OJK ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.

“Kita mau secepat (mungkin), seminggu dua minggu harus ada Ketua OJK baru yang definitif,” tutur Purbaya.

Selain itu, menurut Purbaya, fondasi ekonomi Indonesia juga masih kuat dan tidak ada perubahan. Untuk itu, ia pun meyakini pasar modal akan terus membaik ke depan.

Baca JugaIHSG ”Kebakaran”, Luhut: Investor Jangan Panik

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan, pergantian pimpinan Dewan Komisioner OJK menjadi momentum memperbaiki pasar modal. Pemerintah akan memperbaiki sejumlah regulasi terkait. Reformasi akan dilakukan untuk menciptakan pasar modal yang lebih terbuka, transparan, dan kredibel.

“Harapannya, (dengan berbagai perbaikan dan pergantian pimpinan Dewan Komisioner OJK) akan memiliki kelas yang setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia,” kata Prasetyo.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Disebut Tak Ingin Ada Ego Sektoral dalam Berantas Kemiskinan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ribuan Umat Islam Ternate Gelar Tradisi Malam Nisfu Syaban
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yang Bikin MK Tak Terima Gugatan Legalkan Nikah Beda Agama
• 9 jam laludetik.com
thumb
Usai Akui Ressa Rosano Anak Kandungnya, Denada Banjir Dukungan, Bella Saphira Singgung Luka Batin hingga Ridho Rhoma Kutip Pesan Sang Raja Dangdut
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Jokowi Ngaku Siap Mati-matian untuk PSI, Rocky Gerung: Post Power Syndrome
• 5 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.