KOMPAS.TV - Kekerasan kemanusiaan kembali terjadi di Jalur Gaza, bahkan setelah Israel resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump.
Serangan udara dan bombardir pasukan Israel telah menyebabkan puluhan warga sipil tewas, di antaranya perempuan dan anak-anak yang tak berdaya di tengah perang yang tak ada akhirnya.
Pada Sabtu, 31 Januari 2026, jet-jet tempur Israel menyerang permukiman pengungsi di wilayah Al Mawasi, Khan Younis, dan apartemen di Remal, Kota Gaza. Serangan itu menewaskan 31 orang, termasuk anak-anak dan perempuan yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Menurut otoritas kesehatan Gaza pada hari Sabtu, dalam 48 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima 17 jenazah tambahan, termasuk 12 kematian baru dan lima jenazah yang dievakuasi dari reruntuhan.
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat 509 orang warga tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata 10 Oktober 2025.
Angka tersebut membuat jumlah korban jiwa konflik Gaza menjadi lebih dari 71 ribu orang, dihitung sejak 7 Oktober 2023.
Lebih ironis lagi, banyak serangan ini terjadi di wilayah yang secara resmi masuk dalam zona gencatan senjata tahap pertama, area yang digambarkan sebagai garis kuning, tempat pasukan Israel seharusnya sudah menarik diri.
Maka, perdamaian seperti apa yang sebenarnya diinginkan oleh Dewan Perdamaian bentukan Trump?
#boardofpeace #gaza #palestina
Penulis : kharismaningtyas
Sumber : Kompas TV
- gaza
- israel
- palestina
- dewan perdamaian trump
- serangan udara
- korban sipil





